Tips Mendapatkan Modal 10 – Bootstrapping

Ada banyak artikel yang membahas tentang bootstrapping, namun pada artikel ini akan dijelaskan dengan lengkap dan mudah. Bootstrapping, dalam kaitannya membangun bisnis, adalah membangun startup dengan mandiri tanpa adanya modal atau campur tangan investor.

Bootstrapping baru akan dipahami betul kalau sudah memahami 9 tips mendapatkan modal sehingga mencari modal usaha bisa berhasil:

  1. Tips Mendapatkan Modal 01 – Menggunakan tabungan atau modal sendiri
  2. Tips Mendapatkan Modal 02 – Patungan dengan co-founder
  3. Tips Mendapatkan Modal 03 – Kumpulkan melalui crowdfunding
  4. Tips Mendapatkan Modal 04 – Mengajukan modal Investor
  5. Tips Mendapatkan Modal 05 – Mencari Pinjaman Koperasi
  6. Tips Mendapatkan Modal 06 – Mencari Pinjaman Bank
  7. Tips Mendapatkan Modal 07 – Melakukan Bisnis dimulai dari tanpa modal terlebih dahulu
  8. Tips Mendapatkan Modal 08 – Jadi Pengelola Terlebih Dahulu
  9. Tips Mendapatkan Modal 09 – Mengikuti beasiswa dan ajang kejuaran bisnis

Berdasarkan 9 poin di atas, yang disebut bootstrapping adalah poin 1, poin 2, poin 3, poin 5, poin 6, poin 7, poin 8, dan poin 9. Dari awal perkembangan sampai startup sudah berkembang, poin 4 tidak disentuh sama sekali. Dibandingkan dengan yang tidak menggunakan bootstrapping, tujuan utama tanpa menggunakan bootstrapping adalah justru mencari investor. Dengan adanya pendanaan, eksekusi semakin lebih cepat. Oleh karena itu, jika yang dilihat adalah waktu dan dana (time based), maka prioritas yang dikejar adalah sebagai berikut.

  1. Tips Mendapatkan Modal 04 – Mengajukan modal Investor
  2. Tips Mendapatkan Modal 05 – Mencari Pinjaman Koperasi
  3. Tips Mendapatkan Modal 06 – Mencari Pinjaman Bank
  4. Tips Mendapatkan Modal 01 – Menggunakan tabungan atau modal sendiri
  5. Tips Mendapatkan Modal 02 – Patungan dengan co-founder
  6. Tips Mendapatkan Modal 03 – Kumpulkan melalui crowdfunding
  7. Tips Mendapatkan Modal 09 – Mengikuti beasiswa dan ajang kejuaran bisnis
  8. Tips Mendapatkan Modal 07 – Melakukan Bisnis dimulai dari tanpa modal terlebih dahulu
  9. Tips Mendapatkan Modal 08 – Jadi Pengelola Terlebih Dahulu

Adapun untuk bootstrapping, ada 2 metode: punya modal atau tidak punya modal sama sekali. Jika punya modal, prioritasnya menjadi:

  1. Tips Mendapatkan Modal 01 -Menggunakan tabungan atau modal sendiri
  2. Tips Mendapatkan Modal 02 – Patungan dengan co-founder
  3. Tips Mendapatkan Modal 03 – Kumpulkan melalui crowdfunding
  4. Tips Mendapatkan Modal 09 – Mengikuti beasiswa dan ajang kejuaran bisnis
  5. Tips Mendapatkan Modal 07 – Melakukan Bisnis dimulai dari tanpa modal terlebih dahulu
  6. Tips Mendapatkan Modal 08 – Jadi Pengelola Terlebih Dahulu
  7. Tips Mendapatkan Modal 05 – Mencari Pinjaman Koperasi
  8. Tips Mendapatkan Modal 06 – Mencari Pinjaman bank
  9. Tips Mendapatkan Modal 04 – Mengajukan modal Investor

Namun kalau tidak memiliki modal sama sekali dan ingin mencari modal usaha, prioritasnya akan berubah menjadi:

  1. Tips Mendapatkan Modal 08 – Jadi Pengelola Terlebih Dahulu
  2. Tips Mendapatkan Modal 07 – Melakukan Bisnis dimulai dari tanpa modal terlebih dahulu
  3. Tips Mendapatkan Modal 03 – Kumpulkan melalui crowdfunding
  4. Tips Mendapatkan Modal 09 – Mengikuti beasiswa dan ajang kejuaran bisnis
  5. Tips Mendapatkan Modal 02 – Patungan dengan co-founder
  6. Tips Mendapatkan Modal 01 -Menggunakan tabungan atau modal sendiri
  7. Tips Mendapatkan Modal 04 – Mengajukan modal Investor
  8. Tips Mendapatkan Modal 05 – Mencari Pinjaman Koperasi
  9. Tips Mendapatkan Modal 06 – Mencari Pinjaman bank

Secara umum, bootstrapping adalah suatu cara untuk mengumpulkan modal usaha yang biasanya berasal dari kantong sendiri, teman, saudara, atau tim bisnis. Memulai usaha dengan cara bootstrapping memiliki beberapa keuntungan. Keuntungan memulai usaha dengan cara bootstrapping antara lain:

  1. Tidak perlunya memikirkan beban bunga hutang

Tentu saja jika anda meminjam uang di bank atau lembaga keuangan lainnya akan dibebankan bunga. Nah, berbeda dengan cara bootstrapping. Misalnya anda meminjam uang kepada teman tentunya akan lebih meringankan. Kalaupun ada bunga masih bisa dinegosiasikan.

  1. Minimnya campur tangan orang lain

Mendapatkan modal usaha dari bootstrapping tentunya tidak akan mengganggu ide bisnis anda. Yah, 100% ide bisa anda jalankan sendiri.  Selain itu, manajemen dan keuntungan pun bisa anda nikmati sendiri tanpa perlu memikirkan adanya campur tangan orang lain.

  1. Pengembalian modal yang fleksibel

Jika anda meminjam uang di bank, tentu saja anda harus mengembalikannya sesuai dengan waktu yang ditentukan. Berbeda dengan meminjam pada teman atau saudara, pengembaliannya bisa fleksibel dan di atur berdasarkan kemampuan atau dinegosiasikan kapan mengembalikannya.

 

Selain keuntungan, ada juga sisi kelemahan dari bootstrapping. Kelemahan-kelemahan tersebut antara lain:

  1. Mengumpulkan modal melalui bootstrapping membutuhkan waktu yang tidak singkat. Yah, waktu yang diperlukan agar dana terkumpul dari beberapa orang. Ini akan bisa mengganggu usaha yang akan anda jalankan.
  2. Sewaktu-waktu bisa saja teman atau saudara meminta uangnya kembali. Meminta uangnya secara mendadak akan membuat anda sedikit pusing tentunya.

Ada banyak ide usaha melalui bootstrapping. Nah, anda bisa mempelajari beberapa macam cara bootstrapping di bawah ini:

  1. Bootstrapping with crowdfunding

Banyak entrepreneur menggunakan cara crowdfunding untuk memulai sebuah usaha. Yah, cara ini merupakan penggalangan dana atau pengumpulan modal usaha melalui jaringan sosial. Cara ini juga banyak dilakukan di situs-situs crowdfunding. Tentunya dengan cara-cara tertentu agar mendapatkan modal usaha.

  1. Bootstrapping with a business partner

Business partner atau disebut juga co-founder sangat dibutuhkan untuk mengembangkan sebuah usaha. Yah, pada intinya bisa berbagi tugas baik itu di belakang layar ataupun sebagai ujung tombak. Nah, bootstrapping di sini tidak selalu berupa uang namun memiliki partner yang saling menguntungkan juga bisa disebut bootstrapping.

  1. Bootstrapping with strategic partner

Strategic partner tidak selalu diartikan sebagai pemberi modal uang tunai. Namun bisa saja lebih dari itu. Strategic partner bisa juga  dengan berbagi sumber daya (bakat dan keterampilan), berbagi klien, jangkauan pasar, ruang komersial, dan lain sebagainya.

  1. Bootstrapping with future customers

Future customers adalah pembeli produk meskipun produk tersebut belum ada. yah. Seperti diketahui customers adalah sumber dari pendapatan. Misalnya anda membuka usaha konveksi, ada customer yang ingin membuat seragam. Dengan memberikan diskon khusus, customer lalu membayar seragam tersebut. Padahal seragamnya belum ada. yah, ini supaya usaha anda berjalan.

  1. Bootstapping with interns

Bootstrapping jenis ini adalah  dengan merekrut karyawan magang. Seperti diketahui karyawan magang bisa dibayar lebih murah. Yah, ini tentunya untuk menghemat biaya.

 

Itulah penjelasan mengenai bootstrapping yang bisa anda lakukan untuk mendapatkan modal usaha. Tentunya dengan berbagai macam bootstrapping di atas bisa memberi gambaran dalam menjalankan usaha yang akan anda lakukan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *