Tips mendapatkan modal 02 – Patungan dengan co-founder

Membangun sebuah usaha seyogyanya membutuhkan modal yang tidak sedikit, tergantung dari jenis usaha yang akan dijalankan. Namun jika modal usaha tidak memadai, tidak perlu patah semangat. Sebab banyak cara yang bisa dilakukan agar usaha bisa berjalan. Salah satunya melalui patungan dengan co-founder atau pemberi modal. Membangun usaha dengan modal patungan tentunya bisa dilakukan. Dan modal usaha yang dikeluarkan masing-masing tidak terlalu besar. Yah, antara founder dan co-founder bahu membahu dalam mengumpulkan modal usaha.

Misalnya anda ingin membuat sebuah usaha cafe. Tentu modalnya tidak sedikit. Nah, di sinilah keuntungan dari bisnis dengan cara patungan. Modal usaha bisa dibagi-bagi antara founder dan co-founder. Tentunya semakin banyak co-founder semakin banyak pula modal usaha yang bisa dihimpun. Apabila modal usaha dapat dikumpulkan bersama-sama, tentunya beban akan menjadi lebih ringan baik dari segi finansial atau pun tenaga dan pikiran.

Ada 2 keuntungan melakukan bisnis dengan cara patungan bersama co-founder. Pertama, dengan memiliki co-founder artinya bisnis yang dijalankan akan memiliki masukan baru dari orang lain sehingga kesalahan konsep bisnis menjadi minim. Kedua, dengan adanya co-founder, modal usaha yang terkumpul menjadi lebih banyak. Lalu bagaimana caranya agar mendapatkan modal usaha patungan? Berikut ini cara mendapatkan modal usaha dari patungan dengan co-founder, antara lain:

  1. Mencari modal usaha dari co-founder

Modal usaha dari co-founder bisa saja dari teman, kerabat, keluarga, atau orang yang tidak dikenal sekali pun. Yah, syaratnya mereka tertarik dengan ide bisnis yang akan anda (founder) jalankan. Selain itu, business plan yang bagus disertai proposal yang menarik bisa menarik hati co-founder untuk memberikan modalnya. Dengan begitu, modal usaha bisa didapatkan dan terkumpul lebih banyak.

  1. Mencari co-founder yang sesuai dengan jenis usaha

Selain co-founder yang memiliki modal usaha, carilah co-founder yang memiliki latar belakang, pengetahuan, atau keahlian di bidang usaha yang akan dijalankan. Misalnya jika ingin membuat usaha restoran, maka carilah co-founder yang mempunyai pengalaman di bidang tersebut. Ini supaya usaha yang hendak dibangun bisa berjalan sesuai harapan. Selain itu, founder dan co-founder bisa bertukar pikiran ke mana perusahaan akan diarahkan.

  1. Menawarkan ide bisnis pada acara seminar bisnis

Nah, biasanya orang yang mengikuti seminar atau workshop bisnis adalah mereka yang ingin terjun ke dunia bisnis. Bisa saja mereka seorang pemilik modal kelas biasa sampai kelas kakap. Maka ikutlah setiap kegiatan bisnis. Lalu berkenalan dengan orang-orang baru. Tawarkan ide bisnis anda kemudian jabarkan dengan detail dan jelas. Siapa tahu mereka tertarik dan mau memberikan modal usaha untuk bisnis anda. Yah, ini akan menjadi co-founder selanjutnya.

Setelah anda mendapatkan modal usaha yang cukup dari co-founder, maka anda harus bisa mengelola bisnis tersebut bersama co-founder. Anda harus memiliki strategi terbaik agar usaha yang akan dijalankan berjalan sesuai harapan. Nah, berikut ini ada tips membangun usaha dengan cara patungan bersama co-founder. Ada 6 tips yang perlu anda perhatikan dalam menjalankan usaha secara patungan dengan co-founder. 6 tips tersebut antara lain:

  1. Memiliki perjanjian yang jelas

Dalam melakukan bisnis patungan, tentunya jangan menyepelekan perjanjian hitam di atas putih. Banyak orang menyepelekan perjanjian hitam di atas putih jika partnernya teman dekat, saudara, atau tetangga. Padahal tidak begitu. Perjanjian di atas putih haruslah dibuat agar founder dan co-founder memiliki batas hak dan kewajiban selama menjalankan bisnis.

Jika tidak ada perjanjian jelas hitam di atas putih, maka akan timbu masalah nantinya.  Ini berdampak pada pembagian hasil dan hal-hal mendasar lainnya. Jika sudah jelas perjanjiannya, maka artinya semua orang telah menyepakati aturan tersebut sehingga jika ada masalah ke depannya, tidak akan terjadi perselisihan karena telah terjadi kesepakatan di awal. Oleh sebab itu, perjanjian di atas putih harus benar-benar dibuat di awal sebelum bisnis dijalankan.

 

  1. Memiliki rasa saling memiliki terhadap usaha yang dijalankan

Founder dan co-founder adalah sebuah tim dan satu kesatuan. Rasa saling memiliki terhadap usaha yang digeluti harus benar-benar ditanamkan. Namun, tidak perlu berlebihan memiliki. Sebab baik founder dan co-founder memiliki hak yang sama dalam memiliki bisnis tersebut. Yah, founder dan co-founder harus saling mendukung supaya bisnis berjalan lancar.

  1. Tidak perhitungan satu sama lain

Ini poin yang penting. Tidak perhitungan satu sama lain. Maksudnya, meskipun anda melakukan usaha yang lebih keras, bukan berarti anda bisa seenaknya. Anda tidak perlu membanding-bandingkan dengan co-founder. Sebab tanpa andil co-founder usaha anda tidak akan pernah jalan karena co-founder yang membantu menyuntikan modal usaha untuk dijalankan bersama.

  1. Saling mempercayai antara founder dan co-founder

Agar hubungan bisnis dengan co-founder berjalan lancar, saling mempercayai satu sama lain adalah hal yang harus dilakukan. Cobalah untuk saling terbuka antara founder dengan co-founder supaya tidak adanya  saling curiga. Selalu terbuka terhadap apa yang memang perlu didiskusikan bersama, khususnya transparansi masalah keuangan dalam bisnis tersebut.

  1. Konsisten pada kesepakatan awal

Jika kesepakatan awal telah dibuat dan disepakati, maka sewajarnya kesepakatan itu dipatuhi oleh founder dan co-founder. Jika dilanggar, rasa percaya dan saling memiliki bisa hancur. Dan hubungan bisnis menjadi tidak harmonis lagi. Maka usahakan untuk tetap mematuhi setiap kesepakatan yang telah dibuat. Ini supaya bisnis tetap berjalan lancar.

  1. Mematuhi etika bisnis patungan

Supaya terhindar dari permasalahan selama menjalani bisnis, haruslah ada etika yang dipatuhi. Semua anggota haruslah mematuhi etika dalam berbisnis agar hubungan bisnis semakin harmonis. Etika bisnis yang perlu dipatuhi misalnya seperti pembagian dan peran yang jelas antara founder dan co-founder. Pada intinya, membangun usaha dengan cara patungan harus ada saling pengertian  walaupun bisnis membutuhkan administrasi dan perhitungan yang jelas. Dengan begitu, founder dan co-founder tidak perlu khawatir dalam membangun usaha patungan.

Itulah beberapa cara agar anda mendapatkan modal usaha dari co-founder. Selain itu, startegi menjalankan usaha dengan cara patungan bersama co-founder telah anda pelajari. Selanjutnya, anda tinggal mempraktikan cara dan startegi di atas. Perlu diingat, untuk memulai bisnis tidak harus memiliki modal sendiri. Bisnis bisa dilakukan dengan cara patungan bersama co-founder. Selamat mencoba!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *