Posts

Tips Mendapatkan Modal 10 – Bootstrapping

Ada banyak artikel yang membahas tentang bootstrapping, namun pada artikel ini akan dijelaskan dengan lengkap dan mudah. Bootstrapping, dalam kaitannya membangun bisnis, adalah membangun startup dengan mandiri tanpa adanya modal atau campur tangan investor.

Bootstrapping baru akan dipahami betul kalau sudah memahami 9 tips mendapatkan modal sehingga mencari modal usaha bisa berhasil:

  1. Tips Mendapatkan Modal 01 – Menggunakan tabungan atau modal sendiri
  2. Tips Mendapatkan Modal 02 – Patungan dengan co-founder
  3. Tips Mendapatkan Modal 03 – Kumpulkan melalui crowdfunding
  4. Tips Mendapatkan Modal 04 – Mengajukan modal Investor
  5. Tips Mendapatkan Modal 05 – Mencari Pinjaman Koperasi
  6. Tips Mendapatkan Modal 06 – Mencari Pinjaman Bank
  7. Tips Mendapatkan Modal 07 – Melakukan Bisnis dimulai dari tanpa modal terlebih dahulu
  8. Tips Mendapatkan Modal 08 – Jadi Pengelola Terlebih Dahulu
  9. Tips Mendapatkan Modal 09 – Mengikuti beasiswa dan ajang kejuaran bisnis

Berdasarkan 9 poin di atas, yang disebut bootstrapping adalah poin 1, poin 2, poin 3, poin 5, poin 6, poin 7, poin 8, dan poin 9. Dari awal perkembangan sampai startup sudah berkembang, poin 4 tidak disentuh sama sekali. Dibandingkan dengan yang tidak menggunakan bootstrapping, tujuan utama tanpa menggunakan bootstrapping adalah justru mencari investor. Dengan adanya pendanaan, eksekusi semakin lebih cepat. Oleh karena itu, jika yang dilihat adalah waktu dan dana (time based), maka prioritas yang dikejar adalah sebagai berikut.

  1. Tips Mendapatkan Modal 04 – Mengajukan modal Investor
  2. Tips Mendapatkan Modal 05 – Mencari Pinjaman Koperasi
  3. Tips Mendapatkan Modal 06 – Mencari Pinjaman Bank
  4. Tips Mendapatkan Modal 01 – Menggunakan tabungan atau modal sendiri
  5. Tips Mendapatkan Modal 02 – Patungan dengan co-founder
  6. Tips Mendapatkan Modal 03 – Kumpulkan melalui crowdfunding
  7. Tips Mendapatkan Modal 09 – Mengikuti beasiswa dan ajang kejuaran bisnis
  8. Tips Mendapatkan Modal 07 – Melakukan Bisnis dimulai dari tanpa modal terlebih dahulu
  9. Tips Mendapatkan Modal 08 – Jadi Pengelola Terlebih Dahulu

Adapun untuk bootstrapping, ada 2 metode: punya modal atau tidak punya modal sama sekali. Jika punya modal, prioritasnya menjadi:

  1. Tips Mendapatkan Modal 01 -Menggunakan tabungan atau modal sendiri
  2. Tips Mendapatkan Modal 02 – Patungan dengan co-founder
  3. Tips Mendapatkan Modal 03 – Kumpulkan melalui crowdfunding
  4. Tips Mendapatkan Modal 09 – Mengikuti beasiswa dan ajang kejuaran bisnis
  5. Tips Mendapatkan Modal 07 – Melakukan Bisnis dimulai dari tanpa modal terlebih dahulu
  6. Tips Mendapatkan Modal 08 – Jadi Pengelola Terlebih Dahulu
  7. Tips Mendapatkan Modal 05 – Mencari Pinjaman Koperasi
  8. Tips Mendapatkan Modal 06 – Mencari Pinjaman bank
  9. Tips Mendapatkan Modal 04 – Mengajukan modal Investor

Namun kalau tidak memiliki modal sama sekali dan ingin mencari modal usaha, prioritasnya akan berubah menjadi:

  1. Tips Mendapatkan Modal 08 – Jadi Pengelola Terlebih Dahulu
  2. Tips Mendapatkan Modal 07 – Melakukan Bisnis dimulai dari tanpa modal terlebih dahulu
  3. Tips Mendapatkan Modal 03 – Kumpulkan melalui crowdfunding
  4. Tips Mendapatkan Modal 09 – Mengikuti beasiswa dan ajang kejuaran bisnis
  5. Tips Mendapatkan Modal 02 – Patungan dengan co-founder
  6. Tips Mendapatkan Modal 01 -Menggunakan tabungan atau modal sendiri
  7. Tips Mendapatkan Modal 04 – Mengajukan modal Investor
  8. Tips Mendapatkan Modal 05 – Mencari Pinjaman Koperasi
  9. Tips Mendapatkan Modal 06 – Mencari Pinjaman bank

Secara umum, bootstrapping adalah suatu cara untuk mengumpulkan modal usaha yang biasanya berasal dari kantong sendiri, teman, saudara, atau tim bisnis. Memulai usaha dengan cara bootstrapping memiliki beberapa keuntungan. Keuntungan memulai usaha dengan cara bootstrapping antara lain:

  1. Tidak perlunya memikirkan beban bunga hutang

Tentu saja jika anda meminjam uang di bank atau lembaga keuangan lainnya akan dibebankan bunga. Nah, berbeda dengan cara bootstrapping. Misalnya anda meminjam uang kepada teman tentunya akan lebih meringankan. Kalaupun ada bunga masih bisa dinegosiasikan.

  1. Minimnya campur tangan orang lain

Mendapatkan modal usaha dari bootstrapping tentunya tidak akan mengganggu ide bisnis anda. Yah, 100% ide bisa anda jalankan sendiri.  Selain itu, manajemen dan keuntungan pun bisa anda nikmati sendiri tanpa perlu memikirkan adanya campur tangan orang lain.

  1. Pengembalian modal yang fleksibel

Jika anda meminjam uang di bank, tentu saja anda harus mengembalikannya sesuai dengan waktu yang ditentukan. Berbeda dengan meminjam pada teman atau saudara, pengembaliannya bisa fleksibel dan di atur berdasarkan kemampuan atau dinegosiasikan kapan mengembalikannya.

 

Selain keuntungan, ada juga sisi kelemahan dari bootstrapping. Kelemahan-kelemahan tersebut antara lain:

  1. Mengumpulkan modal melalui bootstrapping membutuhkan waktu yang tidak singkat. Yah, waktu yang diperlukan agar dana terkumpul dari beberapa orang. Ini akan bisa mengganggu usaha yang akan anda jalankan.
  2. Sewaktu-waktu bisa saja teman atau saudara meminta uangnya kembali. Meminta uangnya secara mendadak akan membuat anda sedikit pusing tentunya.

Ada banyak ide usaha melalui bootstrapping. Nah, anda bisa mempelajari beberapa macam cara bootstrapping di bawah ini:

  1. Bootstrapping with crowdfunding

Banyak entrepreneur menggunakan cara crowdfunding untuk memulai sebuah usaha. Yah, cara ini merupakan penggalangan dana atau pengumpulan modal usaha melalui jaringan sosial. Cara ini juga banyak dilakukan di situs-situs crowdfunding. Tentunya dengan cara-cara tertentu agar mendapatkan modal usaha.

  1. Bootstrapping with a business partner

Business partner atau disebut juga co-founder sangat dibutuhkan untuk mengembangkan sebuah usaha. Yah, pada intinya bisa berbagi tugas baik itu di belakang layar ataupun sebagai ujung tombak. Nah, bootstrapping di sini tidak selalu berupa uang namun memiliki partner yang saling menguntungkan juga bisa disebut bootstrapping.

  1. Bootstrapping with strategic partner

Strategic partner tidak selalu diartikan sebagai pemberi modal uang tunai. Namun bisa saja lebih dari itu. Strategic partner bisa juga  dengan berbagi sumber daya (bakat dan keterampilan), berbagi klien, jangkauan pasar, ruang komersial, dan lain sebagainya.

  1. Bootstrapping with future customers

Future customers adalah pembeli produk meskipun produk tersebut belum ada. yah. Seperti diketahui customers adalah sumber dari pendapatan. Misalnya anda membuka usaha konveksi, ada customer yang ingin membuat seragam. Dengan memberikan diskon khusus, customer lalu membayar seragam tersebut. Padahal seragamnya belum ada. yah, ini supaya usaha anda berjalan.

  1. Bootstapping with interns

Bootstrapping jenis ini adalah  dengan merekrut karyawan magang. Seperti diketahui karyawan magang bisa dibayar lebih murah. Yah, ini tentunya untuk menghemat biaya.

 

Itulah penjelasan mengenai bootstrapping yang bisa anda lakukan untuk mendapatkan modal usaha. Tentunya dengan berbagai macam bootstrapping di atas bisa memberi gambaran dalam menjalankan usaha yang akan anda lakukan.

Tips mendapatkan modal 08 – Jadi Pengelola Terlebih Dahulu

Memiliki bisnis sendiri adalah impian banyak orang. Namun kadang impian itu harus terkendala dengan satu hal yang hampir semua orang mempermasalahkannya. Ya, modal. Modal sering menjadi penghambat orang untuk membuat sebuah bisnis atau usaha. Ketiadaan modal usaha membuat mereka akhirnya berpikir ulang untuk menceburkan diri ke dalam dunia bisnis.

Permasalah ini kadang terdengar klise. Banyak orang mengira bahwa bisnis memerlukan modal yang besar untuk penghasilan yang besar pula. Faktanya tidak begitu. Tidak semua bisnis yang sukses berawal dari modal yang besar. Bahkan banyak pengusaha sukses dengan modal usaha seadanya mampu meraih kesuksesan dan usahanya berkembang pesat.

Memang membuka usaha tidak berarti tanpa modal sama sekali. Sedikit-banyak pasti memerlukan modal. Nah, bagi anda yang belum memiliki modal usaha yang cukup. Ada banyak cara agar mendapatkan modal usaha. Carilah kesempatan untuk menjadi pengelola usaha terlebih dahulu. Yah, semata-mata ini untuk mendapatkan modal usaha anda nantinya. Selain itu, anda juga bisa belajar banyak dengan menjadi pengelola usaha orang lain sehingga jika nanti sudah memiliki usaha sendiri bisa dengan baik menjalankannya.

Lalu apa sih menjadi pengelola usaha? Misalnya, saat anda membeli sebuah produk, anggap saja anda sedang membeli jus buah di jalan. Ajaklah si penjual jus buah tersebut mengobrol. Tanyakan padanya apakah ia memiliki bisnis itu sendiri atau hanya menjadi pengelola saja. Jika ia hanya pengelola saja, maka ini adalah kesempatan untuk anda menjadi pengelola bisnis juga. Lalu bagaimana caranya agar kita bisa mendapatkan modal usaha dengan menjadi pengelola terlebih dahulu?

  1. Mencari pemilik usaha

Hal pertama yang harus dilakukan untuk menjadi pengelola usaha tentunya dengan mencari pemiliki usaha. Pastinya usaha yang ingin dikelola sesuai dengan passion anda. Carilah bidang usaha yang menurut kemampuan anda bisa mengembangkan dan membuat sukses usaha tersebut. Selain itu, cari juga pemilik usaha yang bisa diajak bekerja sama dengan baik. Artinya, baik anda dan pemilik usaha mau bersama-sama menanggung risiko dari usaha tersebut.

  1. Memberikan keyakinan kepada pemilik usaha

Nah, ini adalah hal yang sangat penting. Buatlah si pemilik usaha yakin bahwa anda adalah orang yang tepat untuk mengelola bisnisnya. Selain itu, anda harus memiliki sifat-sifat yang bisa membuatnya percaya. Misalnya jujur dan bisa dipercaya, memiliki kemampuan mengintegrasikan banyak hal, memiliki komunikasi yang baik, pandai mengambil keputusan, serta memiliki perencanaan yang baik. Dengan begitu si pemilik usaha akan mempercayakan bisnis tersebut sepenuhnya kepada anda. Nah, dengan begitu untuk mendapatkan modal usaha anda nantinya akan semakin terbuka dengan menjadi pengelola bisnis terlebih dahulu.

  1. Belajar menjadi pengelola usaha

Untuk sukses perlu ilmu yang mumpuni. Begitu juga dengan bisnis. Jadilah seorang pengelola yang terus belajar, yah, supaya usaha yang anda kelola bisa berjalan dengan baik. Jika demikian, penghasilan yang banyaka akan segera anda dapatkan. Dan tentunya, untuk modal usaha anda nantinya. Ikutilah semacam workshop atau seminar, membaca buku, atau pelatihan bisnis. Dengan begitu, anda akan lebih mahir dalam berbisnis

 

Supaya usaha yang anda kelola bisa berjalan dengan baik, anda perlu memperhatikan beberapa poin di bawah ini dengan sang pemilik usaha. Ini demi kemajuan bisnis yang dipercayakan kepada anda untuk dikelola.

  1. Membuat visi dan misi bersama

Di dalam bisnis apapun,menentukan visi dan misi adalah sesuatu yang sangat penting. Visi dan misi merupakan sebuah langkah awal dalam berbisnis. Jika si pemilik usaha dan anda sebagai pengelola tidak memiliki pemikiran dan arah yang sama, masalah-masalah pasti akan bermunculan. Setiap kepala boleh saja memiliki ide masing-masing. Namun, tujuan yang sama akan membuat arah menajdi lebih fokus sehingga bisnis bisa berkembang dengan baik. Maka dari itu, luangkanlah waktu untuk mendiskusikan visi dan misi. Visi dan misi yang telah dibuat dan disepakati bersama harus digunakan sebagai referensi dalam segala hal yang akan dilakukan.

  1. Cari tahu dan manfaatkan kekuatan pemilik usaha

Setiap orang pasti memiliki kelebihan masing-masing. Nah, gali kelebihan-kelebihan si pemilik usaha yang bisa anda dapatkan. Begitu juga sebaliknya, kelebihan anda ditunjukan. Jika dua kelebihan itu digabungkan maka akan tersinergi kekuatan yang bisa membuat usaha lebih maju. Berikan kerja sama yang baik serta memotivasi satu sama lain. Ini akan meningkatkan peluang kesuksesan  dalam jangka panjang. Buatlah catatan kekuatan pribadi dan diskusikan bagaimana untuk menerapkannya dalam bisnis.

  1. Melengkapi kekurangan pemilik usaha

Di mana ada kelebihan pasti ada kekurangan. Misalnya, si pemilik usaha memiliki kekurangan dalam hal strategi, pengembangan produk/jasa, penjualan, manajemen tim, manajemen keuangan dan administrasi, serta operasional. Nah, secepat mungkin kekurangan-kekurangan itu diidentifikasi sehingga bisa ditanggulangi dengan baik. Diskusikanlah secara bersama-sama. Dengan mendiskusikannya bisa mendapatkan solusi yang tepat.

  1. Membuat tujuan pribadi dan perusahaan

Cara terbaik untuk menentukan tujuan perusahaan adalah dengan menentukan tujuan masing-masing individu yang akan menunjang tujuan perusahaan. Tentu saja tujuan tersebut harus disusun secara terstruktur dan mendukung harapan terhadap bisnis tersebut. Maka dari itu tinjau kembali dan terus perbarui tujuan perusahaan bersama-sama. Pastikan semuanya berkomitmen pada tujuan masing-masing sehingga tidak akan timbul pertanyaan siapa yang bertanggung jawab pada suatu masalah nantinya.

  1. Antisipasi perselisihan, kekecewaan, dan frustasi

Di dalam berbisnis, perbedaan paham keras terjadi. Yang jelas, tentukan bagaimana caranya mengantisipasi masalah tersebut. Ini bertujuan agar menjga hubungan tetap stabil, efektif, dan kerjasama dengan baik. Buat saja aturan di mana masing-masing bisa melakukan pendekatan pada satu sama lain ketika ada masalah yang perlu ditangani. Nah, maka dari itu sering-seringlah untuk duduk bersama agar kerjasama tetap berjalan sesuai yang diharapkan.

  1. Membagi peran kerja masing-masing

Berikutnya adalah membagi peran kerja yang jelas. Jika tidak, ini akan membuat bekerja dengan asumsi yang tidak sesuai.  Ketidakjelasan peran kerja juga menjadi sumber utama kekecewaan dalam bermitra bisnis. Nah, yang perlu dilakukan adalah membagi peran kerja dengan baik. Dengan begitu, masing-masing akan bertanggung jawab  pada diri sendiri, satu sama lain, dan tentunya pada bisnis. Yah, sederhananya untuk memastikan pekerjaan sudah ada yang mengerjakan.

Nah, itulah beberapa poin agar anda bisa menjadi pengelola usaha terlebih dahulu untuk mendapatkan modal usaha. Jika anda sukses menjadi pengelola usaha, bukan tidak mungkin modal usaha untuk bisnis anda nantinya akan mencukupi. Maka dari itu, jika modal usaha belum mumpuni, jadilah pengelola usaha terlebih dahulu. Selamat mencoba!

Tips mendapatkan modal 05 – Mendapat Modal Usaha dari Koperasi

Akhir-akhir ini menjadi seorang pengusaha adalah kecenderungan baru masyarakat. Mereka mulai sadar akan pentingnya membuat usaha sendiri. Terbukti dengan tumbuhnya usaha kecil menengah (UKM) yang kian hari semakin banyak. Dalam menjalankan sebuah usaha, tentunya banyak hal yang perlu diperhatikan. Selain jenis usaha, modal usaha yang cukup juga sangat menentukan maju tidaknya sebuah usaha. Nah, bagi anda yang ingin memiliki usaha dan tidak memiliki modal usaha yang cukup, koperasi memberikan kemudahan untuk anda mendapat modal usaha.

Banyak kemudahan yang diberikan oleh koperasi kepada pelanggannya untuk mendapat modal usaha. Selain itu, mendapat modal usaha di koperasi juga tidak serumit dan sesulit mendapat modal usaha dari bank. Yah, selama ini untuk mendapat modal usaha terkesan sangat sulit dan hampir tidak bisa. Padahal kenyataannya tidak begitu jika meminjam modal usaha di koperasi. Nah, untuk mengenal lebih jauh seputar koperasi, alangkah baiknya anda mengenal kelebihan-kelebihan yang ditawarkan oleh koperasi. Yah, ini berguna bagi anda yang ingin mendapat modal usaha dari koperasi. Adapun kelebihan meminjam modal usaha di koperasi adalah:

  1. Pencairan dana yang mudah

Meminjam uang di koperasi tidaklah rumit. Selain itu pencairan dana pun sangat mudah. Berbeda dengan bank yang berbelit-belit dan membutuhkan banyak tenaga dan waktu. Tidak bisa dipungkiri, orang-orang mungkin termasuk anda ingin proses pencairan dana yang cepat dan mudah.

  1. Bunga sangat rendah

Dengan bunga yang rendah tentunya menjadi keinginan para peminjam. Yah, intinya mereka tidak perlu terbebani dengan bunga yang besar ketika mengembalikan uang ke koperasi. Ini sungguh sangat menguntungkan dibanding di bank dengan bunga yang cukup tinggi.

  1. Proses cepat

Yang paling orang tidak suka saat melakukan pinjaman adalah proses yang lama. Yah, ini membuat waktu mereka terbuang banyak sehingga mereka berpikir ulang untuk melakukan peminjaman. Di koperasi, proses peminjaman tidak memakan waktu lama. Yah, intinya lebih cepat dari lembaga keuangan yang lainnya.

  1. Mekanisme peminjaman yang mudah

Banyak orang mengeluh ketika melakukan peminjaman dengan mekanisme yang rumit dan bertele-tele. Selain membuang banyak waktu, tenaga dan pikiran pun menjadi terkuras. Nah, saat meminjam uang di koperasi, hal itu dijamin tidak akan terjadi. Yah, karena mekanisme peminjaman di koperasi sangatlah mudah dan tidak memakan waktu.

  1. Persyaratan tidak rumit

Jika melakukan peminjaman di bank, pasti banyak sekali persyaratan yang harus dipenuhi. Harus mengumpulkan berkas ini dan itu. Tentunya itu membuat orang ogah untuk melakukan peminjaman. Koperasi menwarakan persyaratan yang gampang dan bisa dipenuhi oleh seluruh lapisan masyarakat.

  1. Tidak ada jaminan

Nah, tentunya ini yang diinginkan oleh semua orang. Tidak ada jaminan. Di koperasi, jaminan tidak diperlukan asalkan semua persyaratan sudah memenuhi aturan koperasi. Enak sekali!

Setelah anda mengetahui dan memahami kelebihan dari koperasi, tentunya anda ingin mendapat modal usaha dari koperasi, bukan? Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar koperasi benar-benar mau mengucurkan dananya untuk modal usaha. Ada 7 hal yang perlu anda lakukan agar mendapat pinjaman untuk modal usaha yang anda impikan. 7 hal tersebut antara lain:

 

  1. Punya contact person marketing koperasi

Jika anda memiliki teman, tetangga, atau kerabat yang bekerja sebagai marketing koperasi tentunya sangat menguntungkan. Ini akan mempermudah anda untuk segera mendapat pinjaman modal usaha. Jika tidak memiliki teman yang bekerja sebagai marketing koperasi, carilah informasi contact marketing sampai dapat. Atau anda bisa datang langsung ke koperasi yang kredibel dan bisa dipercaya. Selain itu, carilah koperasi yang mampu melayani pelanggan dengan baik. Dengan begitu, mendapat modal usaha tinggal menunggu waktu saja.

  1. Cari informasi tentang koperasi

Datanglah ke koperasi dan sampaikan niat anda untuk meminjam uang sebagai modal usaha. Gali informasi sedetail mungkin di customer service agar anda benar-benar paham bagaimana caranya mendapat modal usaha. Biasanya jika anda belum pernah meminjam di koperasi, koperasi akan memberikan pinjaman antara 500.000 hingga 1.000.000 rupiah. Namun jika sudah beberapa kali meminjam dan track record transaksi bagus, maka pihak koperasi akan memberikan modal usaha yang lebih besar lagi.

  1. Siapkan data yang diperlukan

Semua lembaga keuangan yang meminjamkan uang, lebih-lebih untuk modal usaha pasti membutuhkan dokumen-dokumen yang perlu dikumpulkan. Misalnya saja kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK). Pihak koperasi akan memberikan informasi apa saja data yang diperlukan agar mendapat modal usaha.

  1. Rekomendasi dari orang

Sebisa mungkin carilah orang, bisa teman, tetangga, atau kerabat yang pernah meminjam dana di koperasi. Tentunya dengan track record yang baik. Ini berguna sebagai rekomendasi untuk meyakinkan pihak koperasi jika anda layak untuk mendapat pinjaman modal usaha.

  1. Menjadi anggota koperasi

Untuk lebih mempermudah mendapat pinjaman untuk modal usaha, alangkah baiknya dengan menjadi anggota koperasi. Tentunya anda tetap bisa meminjam uang tanpa menjadi anggota koperasi dengan ketentuan yang ada. maka dari itu, jadilah anggota terlebih dahulu supaya mempermudah untuk segera mendapat modal usaha.

  1. Melakukan pengajuan

Setelah menjadi anggota, maka tahap selanjutnya adalah proses pengajuan. Ya, proses pengajuan ini tentunya dengan data-data yang telah disiapkan. Pada umumnya, prosedur pengajuan modal usaha di koperasi biasanya dilakukan secara lisan maupun tertulis.

  1. Menunggu proses dan pencairan dana

Ini yang paling ditunggu-tunggu. Setelah pengajuan dilakukan dengan data-data yang lengkap, maka tahap berikutnya adalah menunggu persetujuan. Dan proses persetujuan ini tidak terlalu lama. Yah, tidak selama menunggu di bank.

Jika pengajuan anda disetujui, dana pencairan biasanya diberikan secara tunai atau ditransfer ke rekening bank yang telah disepakati. Dan, ini pun tergantung dari besar kecilnya pinjaman dan mekanisme yang berlaku di koperasi tersebut.

Nah, itulah manfaat dan cara agar anda bisa mendapat modal usaha dari koperasi. Tunggu apa lagi! Jika anda sampai saat ini belum terdaftar menjadi anggota koperasi, maka daftarlah secepatnya. Yah, semakin cepat menjadi anggota semakin cepat pula anda mendapat modal usaha. Selamat mencoba!

Tips mendapatkan modal 02 – Patungan dengan co-founder

Membangun sebuah usaha seyogyanya membutuhkan modal yang tidak sedikit, tergantung dari jenis usaha yang akan dijalankan. Namun jika modal usaha tidak memadai, tidak perlu patah semangat. Sebab banyak cara yang bisa dilakukan agar usaha bisa berjalan. Salah satunya melalui patungan dengan co-founder atau pemberi modal. Membangun usaha dengan modal patungan tentunya bisa dilakukan. Dan modal usaha yang dikeluarkan masing-masing tidak terlalu besar. Yah, antara founder dan co-founder bahu membahu dalam mengumpulkan modal usaha.

Misalnya anda ingin membuat sebuah usaha cafe. Tentu modalnya tidak sedikit. Nah, di sinilah keuntungan dari bisnis dengan cara patungan. Modal usaha bisa dibagi-bagi antara founder dan co-founder. Tentunya semakin banyak co-founder semakin banyak pula modal usaha yang bisa dihimpun. Apabila modal usaha dapat dikumpulkan bersama-sama, tentunya beban akan menjadi lebih ringan baik dari segi finansial atau pun tenaga dan pikiran.

Ada 2 keuntungan melakukan bisnis dengan cara patungan bersama co-founder. Pertama, dengan memiliki co-founder artinya bisnis yang dijalankan akan memiliki masukan baru dari orang lain sehingga kesalahan konsep bisnis menjadi minim. Kedua, dengan adanya co-founder, modal usaha yang terkumpul menjadi lebih banyak. Lalu bagaimana caranya agar mendapatkan modal usaha patungan? Berikut ini cara mendapatkan modal usaha dari patungan dengan co-founder, antara lain:

  1. Mencari modal usaha dari co-founder

Modal usaha dari co-founder bisa saja dari teman, kerabat, keluarga, atau orang yang tidak dikenal sekali pun. Yah, syaratnya mereka tertarik dengan ide bisnis yang akan anda (founder) jalankan. Selain itu, business plan yang bagus disertai proposal yang menarik bisa menarik hati co-founder untuk memberikan modalnya. Dengan begitu, modal usaha bisa didapatkan dan terkumpul lebih banyak.

  1. Mencari co-founder yang sesuai dengan jenis usaha

Selain co-founder yang memiliki modal usaha, carilah co-founder yang memiliki latar belakang, pengetahuan, atau keahlian di bidang usaha yang akan dijalankan. Misalnya jika ingin membuat usaha restoran, maka carilah co-founder yang mempunyai pengalaman di bidang tersebut. Ini supaya usaha yang hendak dibangun bisa berjalan sesuai harapan. Selain itu, founder dan co-founder bisa bertukar pikiran ke mana perusahaan akan diarahkan.

  1. Menawarkan ide bisnis pada acara seminar bisnis

Nah, biasanya orang yang mengikuti seminar atau workshop bisnis adalah mereka yang ingin terjun ke dunia bisnis. Bisa saja mereka seorang pemilik modal kelas biasa sampai kelas kakap. Maka ikutlah setiap kegiatan bisnis. Lalu berkenalan dengan orang-orang baru. Tawarkan ide bisnis anda kemudian jabarkan dengan detail dan jelas. Siapa tahu mereka tertarik dan mau memberikan modal usaha untuk bisnis anda. Yah, ini akan menjadi co-founder selanjutnya.

Setelah anda mendapatkan modal usaha yang cukup dari co-founder, maka anda harus bisa mengelola bisnis tersebut bersama co-founder. Anda harus memiliki strategi terbaik agar usaha yang akan dijalankan berjalan sesuai harapan. Nah, berikut ini ada tips membangun usaha dengan cara patungan bersama co-founder. Ada 6 tips yang perlu anda perhatikan dalam menjalankan usaha secara patungan dengan co-founder. 6 tips tersebut antara lain:

  1. Memiliki perjanjian yang jelas

Dalam melakukan bisnis patungan, tentunya jangan menyepelekan perjanjian hitam di atas putih. Banyak orang menyepelekan perjanjian hitam di atas putih jika partnernya teman dekat, saudara, atau tetangga. Padahal tidak begitu. Perjanjian di atas putih haruslah dibuat agar founder dan co-founder memiliki batas hak dan kewajiban selama menjalankan bisnis.

Jika tidak ada perjanjian jelas hitam di atas putih, maka akan timbu masalah nantinya.  Ini berdampak pada pembagian hasil dan hal-hal mendasar lainnya. Jika sudah jelas perjanjiannya, maka artinya semua orang telah menyepakati aturan tersebut sehingga jika ada masalah ke depannya, tidak akan terjadi perselisihan karena telah terjadi kesepakatan di awal. Oleh sebab itu, perjanjian di atas putih harus benar-benar dibuat di awal sebelum bisnis dijalankan.

 

  1. Memiliki rasa saling memiliki terhadap usaha yang dijalankan

Founder dan co-founder adalah sebuah tim dan satu kesatuan. Rasa saling memiliki terhadap usaha yang digeluti harus benar-benar ditanamkan. Namun, tidak perlu berlebihan memiliki. Sebab baik founder dan co-founder memiliki hak yang sama dalam memiliki bisnis tersebut. Yah, founder dan co-founder harus saling mendukung supaya bisnis berjalan lancar.

  1. Tidak perhitungan satu sama lain

Ini poin yang penting. Tidak perhitungan satu sama lain. Maksudnya, meskipun anda melakukan usaha yang lebih keras, bukan berarti anda bisa seenaknya. Anda tidak perlu membanding-bandingkan dengan co-founder. Sebab tanpa andil co-founder usaha anda tidak akan pernah jalan karena co-founder yang membantu menyuntikan modal usaha untuk dijalankan bersama.

  1. Saling mempercayai antara founder dan co-founder

Agar hubungan bisnis dengan co-founder berjalan lancar, saling mempercayai satu sama lain adalah hal yang harus dilakukan. Cobalah untuk saling terbuka antara founder dengan co-founder supaya tidak adanya  saling curiga. Selalu terbuka terhadap apa yang memang perlu didiskusikan bersama, khususnya transparansi masalah keuangan dalam bisnis tersebut.

  1. Konsisten pada kesepakatan awal

Jika kesepakatan awal telah dibuat dan disepakati, maka sewajarnya kesepakatan itu dipatuhi oleh founder dan co-founder. Jika dilanggar, rasa percaya dan saling memiliki bisa hancur. Dan hubungan bisnis menjadi tidak harmonis lagi. Maka usahakan untuk tetap mematuhi setiap kesepakatan yang telah dibuat. Ini supaya bisnis tetap berjalan lancar.

  1. Mematuhi etika bisnis patungan

Supaya terhindar dari permasalahan selama menjalani bisnis, haruslah ada etika yang dipatuhi. Semua anggota haruslah mematuhi etika dalam berbisnis agar hubungan bisnis semakin harmonis. Etika bisnis yang perlu dipatuhi misalnya seperti pembagian dan peran yang jelas antara founder dan co-founder. Pada intinya, membangun usaha dengan cara patungan harus ada saling pengertian  walaupun bisnis membutuhkan administrasi dan perhitungan yang jelas. Dengan begitu, founder dan co-founder tidak perlu khawatir dalam membangun usaha patungan.

Itulah beberapa cara agar anda mendapatkan modal usaha dari co-founder. Selain itu, startegi menjalankan usaha dengan cara patungan bersama co-founder telah anda pelajari. Selanjutnya, anda tinggal mempraktikan cara dan startegi di atas. Perlu diingat, untuk memulai bisnis tidak harus memiliki modal sendiri. Bisnis bisa dilakukan dengan cara patungan bersama co-founder. Selamat mencoba!

Mengikuti Beasiswa dan Ajang Kejuaraan Bisnis

Modal adalah masalah klasik bagi seseorang yang ingin memulai bisnis.  Ketiadaan modal usaha membuat sebagian besar orang mengurungkan niatnya untuk memulai usaha. Ini adalah hal yang salah. Padahal masih banyak cara agar mendapatkan modal usaha. Salah satunya dengan mengikuti beasiswan dan ajang kejuaraan bisnis.

Mengikuti beasiswa dan ajang kejuaraan bisnis adalah pilihan yang bijak bagi mereka yang minim modal. Sebab jika menang, hadiahnya pun cukup menggiurkan dan bisa untuk membangun usaha sendiri. Biasanya beasiswa bisnis dan lomba-lomba bisnis macam ini dananya berasal dari dana hibah dari perusahaan baik perusahaan swasta maupun pemerintah. Jadi, tidak tanggung-tanggung hadiahnya. Dengan memenangkan lomba semacam ini, tentunya akan menambah sumber modal usaha bagi anda. Bahkan dalam beberapa ajang kejuaraan bisnis, anda juga bisa mendapatkan program pendampingan dan pelatihan kewirausahaan.

Nah, bagi anda yang berminat mengikuti beasiswa dan ajang kejuaraan bisnis, anda tentunya perlu ilmu yang memadai supaya menang beasiswa dan kejuaraan bisnis tersebut. Lalu bagaimana caranya supaya memenangkan beasiswa dan kejuaraan bisnis tersebut? Yah, tentunya ada beberapa tips dan strategi yang perlu anda ketahui.

  1. Anda harus menyiapkan dokumen-dokumen legalitas usaha dengan lengkap. Kemudian siapkanlah dokumentasi kegiatan wirausaha anda. Yah, dua hal ini sangat penting dalam mengikuti kejuaraan bisnis.
  2. Selanjutnya anda harus memahami syarat dan ketentuan dari beasiswa dan kejuaraan tersebut. Banyaklah membaca kisah-kisah sukses dan ikuti forum-forum bisnis supaya tetap up to date perkembangan bisnis saat ini.
  3. Siapkan tim yang bagus. Karena tim yang bagus akan menentukan dan membantu anda dalam ajang ini. Bentuklah tim sesolid mungkin supaya usaha yang anda ikutkan bisa menjadi pemenang.
  4. Nah, ini penting. Tentukanlah target yang ingin dicapai dari ajang kejuaraan bisnis ini. Misalnya anda bisa maju dari tingkat lokal ke tingkat nasional. Selain itu, tentunya target anda untuk menang supaya mendapatkan modal usaha.
  5. Terakhir, tentunya berdoa. Berdoalah agar apa yang dilakukan bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Jika dirasa usaha yang anda suguhkan bermanfaat bagi sekitar, bisa dipastikan juri akan memperhatikan anda. Bisa jadi ini adalah nilai lebih.

Nah, selain itu di bawah ini adalah tips khusus agar anda bisa memenangkan kejuaraan bisnis yang ingin anda ikuti. Ada 5 poin yang perlu anda cermati, diantaranya:

  1. Mencari informasi tentang kejuaraan bisnis

Untuk mengikuti kejuaraan bisnis tentunya hal pertama yang harus anda lakukan adalah mencari informasi tentang kejuaraan tersebut. Carilah informasi sedetail mungkin supaya anda punya gambaran dan benar-benar paham. Misalnya tentang tema lomba, penilaian, parameter, dan juga jenis-jenis bisnis yang memenangkan lomba tersebut. Selain itu, lihat kapan deadline lomba tersebut. Kemudian, kenalilah siapa yang akan menjadi juri dalam lomba tersebut. Pahami karakter-karakter tiap juri dan bangunlah komunikasi dengan mereka mengenai lomba tersebut. Lalu cari informasi mengenai bisnis apa yang mereka tertarik. Yah, jika ini anda lakukan maka anda menjadi selangkah di depan di antara peserta lainnya. Dengan begitu anda bisa mempersiapkan dan jadi tahu apa yang harus dilakukan supaya memenangkan kejuaraan bisnis tersebut.

  1. Datangi pemenang lomba sebelumnya

Setelah anda mengetahui informasi seputar lomba beserta jurinya, langkah selanjutnya adalah mencari tahu pemenang lomba sebelumnya, dengan catatan lomba sudah berlangsung lebih dari satu kali. Tanyakan kepadanya bagaimana pengalaman pemenang lomba tersebut dalam mengikuti ajang ini. Mintalah kiat-kiat darinya agar anda juga bisa mengikuti jejaknya dalam memenangkan lomba. Yah, tentunya anda harus membuat janji terlebih dahulu. Misalnya janjian di cafe sambil mengobrol santai. Jika telah menemuinya, anda akan sangat beruntung sekali. Sebab anda bisa memndapatkan ilmu yang berharga dari orang yang telah memenangkan lomba tersebut. Dan terakhir, tanyakan kepadanya apa rahasianya (strategi) bisa memenangkan lomba tersebut. Dengan begitu, saat mengikuti lomba tersebut anda benar-benar siap untuk menang.

  1. Membuat konsep bisnis yang segar, menarik, dan bermanfaat

Selanjutnya adalah membuat konsep bisnis yang segar, menarik, dan bermanfaat. Carilah keunikan tersendiri dari bisnis yang ingin anda jalankan. Selain itu, bisnis yang anda jalankan akan sangat bermanfaat baik dari segi menciptakan lapangan pekerjaan ataupun menciptakan pemberdayaan kepada orang lain. Kemudian, anda juga bisa membuat bisnis yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Maksudnya, bisnis yang ramah lingkungan dan tidak terlalu menggunakan sumber daya alam yang berlebihan. Nah, jika konsep bisnis dibuat demikian maka ini akan sangat menarik dan bermanfaat. Dan perlu diingat, konsep bisnis tidak melulu harus baru. Akan tetapi, bisa juga konsep bisnis lama namun telah disempurkan menjadi lebih baik.

  1. Menjaga kejujuran dan realistis

Nah, ini penting. Tetaplah jaga reputasi anda. Maksudnya, dalam mengikuti ajang ini anda harus tetap jujur dan realistis. Ini berarti anda tidak melakukan kecurangan dalam lomba ini seperti mencuri ide orang, plagiat, dan lain-lain. Selain itu, anda tidak perlu membesar-besarkan estimasi pendapatan dan pengaruh yang besar terhadap lingkungan sekitar. Cukup sesuai kemampuan saja. Sebab banyak ditemukan peserta ajang ini tidak jujur dan realistis. Dan pada akhirnya, bisnis  yang dijalankan berjalan tidak sesuai harapan.

  1. Membuat target bisnis

Setiap bisnis apapun pasti memiliki target. Begitu juga dengan bisnis yang akan anda lakukan. Buatlah targer bisnis sesuai dengan apa yang diharapkan. Sesuaikan dengan porsi dan kondisi. Bila tidak ada target bisnis, anda hanya akan melakukan bisnis yang tidak mendapatkan apa-apa. Banyak peserta lomba tidak menjalankan bisnis sesuai targetnya dan akhirnya malah repot sendiri.

  1. Mengevaluasi diri

Selalu evaluasi bisnis yang anda jalankan. Agar bisnis bisa lebih baik, sangatlah perlu untuk melakukan evaluasi, baik berdasarkan rencana bisnis ataupun ketetapan penyelenggara lomba. Ini bertujuan supaya bisnis yang dijalankan terlihat jelas dan mengetahui kekurangan serta kesalahannya.

 

Nah, itulah beberapa tips agar anda bisa mendapatkan modal usaha melalui beasiswa dan ajang kejuaraan bisnis. Yah, intinya cobalah untuk mendapatkan modal usaha tanpa harus meminjam ke lembaga keuangan atau siapapun. Buktikan jika anda bisa mendapatkan modal usaha secara mandiri, Tips di atas bisa anda lakukan untuk mengikuti kejuaraan bisnis yang ingin anda ikuti. Selamat mencoba dan semoga sukses!

Melakukan Bisnis dimulai dari Tanpa Modal Terlebih Dahulu

Apa yang dipikirkan pertama kali sebelum memulai bisnis? Ya, yang dipikirkan orang saat pertama kali ingin memulai bisnis adalah modal. Yah, kebanyakan orang berpikir bahwa memulai bisnis itu harus dengan adanya modal yang memadai. Faktanya tidak selalu seperti itu. Banyak bisnis yang bisa dilakukan tanpa modal alias nol modal. Yah, tidak nol-nol banget. Tapi setidaknya hanya puluhan ribu saja. Yang dibutuhkan adalah keahlian dan kemauan yang tinggi untuk bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Supaya lebih jelas, di bawah ini akan dijelaskan beberapa bisnis tanpa modal yang bisa anda lakukan. Bisnis ini bisa dikerjakan oleh siapapun, kapanpun, dan di manapun. Yah, cocok bagi anda yang ingin mendapatkan pengahsilan tambahan baik secara offline maupun online. Ada 5 jenis bisnis tanpa modal yang bisa anda jalankan, diantaranya:

  1. Menjual produk orang lain (reseller atau dropshiper)
    Saat ini menjadi seorang reseller atau dropshiper menjadi salah satu usaha yang dilakukan oleh orang banyak. Bisnis ini bisa dilakukan secara offline maupun online. Namun, seiring dengan kecanggihan teknologi, banyak orang menjadi dropshiper melalui online. Mereka memanfaatkan sosial media sebagai sarana untuk berpromosi.
    Keuntungan menjadi seorang dropshiper adalah tidak perlunya memikirkan produk yang ingin dijual. Yang diperlukan hanyalah bagaimana measarkan produk tersebut sehingga bisa menghasilkan uang. Namun, sebelum anda benar-benar memasarkannya, cermati dulu apakah produk itu bagus atau tidak. Ini benar-benar bisnis tanpa modal.
  2. Menjadi blogger
    Di zaman yang canggih dengan teknologi ini, menghasilkan uang sepertinya tidak susah-susah amat. Memiliki usaha tanpa modal yang satu ini adalah dengan menjadi seorang blogger profesional. Nah, manfaatkanlah blog atau website anda. Naikan trafik pengunjung supaya blog ramai dikunjungi. Jika sudah begitu, penghasilan akan datang kepada anda. Ada beberapa cara mendapatkan penghasilan dari blog anda dengan trafik pengunjung tinggi. Bisa saja melalui space iklan yang disewakan, program PPC atau google adsense, program pay per lead, dan lain sebagainya.
    Namun untuk membuat blog dengan trafik yang tinggi dan disukai banyak orang tidak semudah membalikan telapak tangan. Anda perlu belajar membuat blog yang kontennya original dan disukai pengunjungnya. Kemudian tampilan dan navigasinya harus user friendly. Dan pada akhirnya kemampuan seorang webmaster, penulis konten, dan seorang pebisnis online harus anda miliki agar semuanya berjalan dan berkembang. Bisnis ini sebenarnya sangat menjanjikan asalkan anda memiliki ilmunya. Yah, bisnis tanpa modal dengan penghasilan luar biasa.
  3. Menjadi agen atau broker
    Nah, ini juga bisa menjadi bisnis tanpa modal yang menjanjikan. Jika ada memiliki kemampuan marketing yang bagus, menjadi seorang agen atau broker adalah pilihan yang baik. Yah, banyak sekali produk yang bisa anda jual dan pasarkan. Misalnya menjadi seorang agen properti.
    Seperti diketahui bersama, perkembangan bisnis properti di Indonesia akhir-akhir ini berkembang sangat pesat. Yah, tidak lain karena harga jual properti yang semakin melonjak tiap tahunnya. Orang berbondong-bondong memebeli properti untuk investasi baik itu rumah, ruko, apartemen, dan lain sebagainya. Ini bisa menjadi peluang yang bagus untuk anda.
    Keuntungan menjual properti biasanya berasal dari dua pihak, yaitu dari penjual dan pembeli properti. Penjual atau pemilik properti biasanya akan memberikan bonus kepada broker atau agen yang berhasil menjual propertinya. Kemudian, pembeli yang merasa puas dengan properti yang dibelinya juga biasanya memberikan bonus kepada pemberi informasi (agen atau broker) karena telah membantunya mencarikan properti. Untungnya berlipat ganda, bukan? Selain itu, jumlah tip dari penjualan properti biasanya lumayan besar. Ini benar-benar bisnis tanpa modal yang menghasilkan untung yang lumayan.
  4. Menjual jasa
    Jika anda memiliki banyak keahlian yang bisa dijual, banyak sekali bisnis menjual jasa yang bisa dilakukan. Menjadi guru les jika anda menguasai pelajaran anak sekolah, menyediakan jasa SEO (Search Engine Optimization), penulis artikel, jasa pembuatan blog, dan masih banyak lagi. Pada intinya, lihatlah sekeliling apa yang bisa dihasilkan dari sekitar. Entah itu dari internet maupun secara offline di rumah. Manfaatkan kecanggihan teknologi sebagai sarana berbisnis karena bisnis secara online pasarnya lebih luas.
  5. Menjadi penulis lepas
    Jika anda memiliki keahlian menulis, maka menjadi penulis lepas adalah pilihan yang baik. Banyak sekali orang atau perusahaan membutuhkan penulis lepas baik untuk mengulas suatu produk atau untuk mengembangkan blog dan website mereka. Bisnis tanpa modal yang satu ini bisa dikerjakan di mana saja. Asalkan ada laptop untuk menulis, semuanya bisa dikerjakan. Selain itu, yang anda perlukan adalah koneksi internet untuk mencari sumber untuk bahan menulis. Sebenarnya bahan untuk menulis bisa saja dari buku, internet, atau pun majalah-majalah.
    Lalu, di mana anda bisa mendapat proyek menulis? Banyak sekali caranya. Anda bisa memasang iklan melalui blog atau sosial media. Lalu, bisa juga mencari situs-situs untuk para freelancer. Di sana, yang perlu anda lakukan hanyalah registrasi dan memiliki akun sendiri. Setelah itu, masukan keahlian yang anda miliki. Jika mahir menulis, maka nanti akan mendapatkan notifikasi job yang sedang dibutuhkan. Gampang, kan?
    Setelah mendapat proyek menulis dari klien, anda bisa menego harga yang cocok bagi kedua belah pihak. Setelah terjadi kecocokan, anda tinggal mengerjakan proyek menulis tersebut. Dan, uang pun akan segera anda dapatkan. Yah, ini benar-benar tidak perlu keluar modal uang. Hanya memanfaatkan keahlian yang dimiliki.
    Nah itulah beberapa bisnis tanpa modal yang bisa anda lakukan. Sebenarnya bukan tanpa modal sama sekali. Yang lebih tepat modal materi yang sangat minim. Selain itu, modal yang utama adalah keahlian yang bisa anda jual kepada klien. Pada intinya, gali terus peluang usaha di sekitar. Sebenarnya jika anda pandai-pandai menggali, banyak bisnis yang bisa dijalankan tanpa modal besar. Kemudian, jangan berhenti belajar dan berusaha terus-menerus hingga bisnis anda berhasil dan berkembang pesat. Manfaatkan sekecil apapun peluang, ditambah dengan bantuan teknologi, serta keahlian anda akan membuat bisnis tanpa modal ini akan menghasilkan rupiah bagi anda. Selamat mencoba!

Cara Mengajukan Modal usaha ke Investor

Jika berbicara masalah investor, pastinya hal yang berkaitan dengan uang. Yah, uang dan modal usaha tentunya. Pastinya ini sangat menarik dalam melakukan sebuah usaha. Banyak orang memiliki ide usaha namun terhambat dengan tidak adanya modal usaha yang memadai. Misalnya, anda ingin membuat usaha konveksi dengan modal yang telah dihitung-hitung mencapai seratus juta rupiah. Jika tidak ada modal, tentunya anda bingung mau mencari modal usaha ke mana. Nah, di sinilah peran para investor.

Secara garis besarnya, investor akan menginvestasikan uangnya sebagai modal usaha anda, meskipun usaha itu belum berjalan. Jika ditelaah saat ini dengan perkembangan zaman yang kian maju, banyak investor berbondong-bondong menginvestasikan uangnya untuk modal usaha bagi mereka yang kekurangan. Namun, mencari investor tidaklah mudah. Jenis usaha dan prospek perkembangannya menjadi bahan pertimbangan bagi para investor.
Sebelum lebih lanjut pada cara mendapat modal usaha dari investor, ada baiknya anda mengenal jenis-jenis investor. Ini berguna agar tidak salah dalam memililih investor nantinya. Secara umum, investor terbagi menjadi dua, yaitu investor amatir dan investor pro.

Investor amatir adalah investor yang orientasinya hanya pada keuntungan jangka pendek. Biasanya investor model ini selalu menanyakan berapa keuntungan yang mereka dapat dari hasil uang yang telah diivestasikan. Investor seperti ini biasanya datang dari orang lingkungan terdekat. Yah bisa aja dari keluarga, teman, kerabat, atau orang lainnya yang berada disekitar. Tipe investor seperti ini hanya mementingkan keuntungan mereka semata. Intinya, mereka sangat siap untuk mendapat untung, tapi tidak siap jika merugi.

Selanjutnya adalah investor pro. Investor pro atau juga disebut investor profesional biasanya orang yang benar-benar paham tentang bisnis dan berbagai macam usaha. Mereka juga paham jika dalam berbisnis pasti ada untung dan rugi. Itu sudah pasti. Lebih lanjut lagi, investor profesional juga telah mempersiapkan cara dan strategi agar usaha yang dijalankan bisa berhasil dan sukses. Biasanya mereka memberikan modal usaha dengan uang yang tidak terpakai atau mengendap. Jadi, meski uang mereka investasikan untuk modal usaha, tidak akan mempengaruhi biaya operasional kehidupan sehari-hari mereka. Berbeda dengan investor amatir, biasanya uang yang diinvestasikan adalah uang untuk mereka hidup sehari-hari.

  1. Nah, setelah anda mengetahui jenis-jenis investor, tentunya anda ingin ada investor yang mau mendukung usaha anda, kan? Perlu ada strategi dan trik agar mendapat investor yang mau memberikan modal usaha.
    Menjabarkan permintaan pasar
    Sebelum anda berpikir jauh mengenai modal usaha yang cukup, baiknya matangkan dulu jenis usaha apa yang ingin ditawarkan kepada investor. Buatlah semacam proposal yang menarik dan detail supaya bisa dijelaskan kepada calon investor dan mereka tertarik. Kemudian, buatlah gambaran mengenai gambaran pasar dan permintaan pasar apakah memiliki prospek yang bagus atau tidak.
    Anda juga harus memastikan usaha yang ingin dijalankan sudah memiliki pasar yang bagus. Jika tidak, ini akan membuat usaha menjadi stagnan. Pastikan juga pasar dari usaha ini memiliki daya jangkau yang luas sehingga banyak permintaan yang masuk dan pada akhirnya usaha semakin berkembang. Perhatikan juga dari kalangan apa yang bisa menggunakan atau membeli produk usaha anda, apakah dari kalangan menengah saja, kalangan atas saja, kalangan menenag ke atas, atau semua kalangan.
  2. Memiliki manajemen yang baik
    Setelah ide bisnis sudah ada dan target pasar sudah jelas, maka selanjutnya adalah membentuk tim manajemen yang solid. Untuk mendapat modal usaha dari investor, target pasar saja tidak cukup. Perlu adanya sumber daya manusia yang mampu bekerja untuk mencapai target bersama. Pastikan tim manajemen anda sudah teruji dan benar-benar bagus. Selain itu, dengan tim manajemen yang andal dan memiliki track record yang bagus, investor akan lebih percaya dengan usaha anda sehingga mereka mau memberikan modal usahanya. Ini mutlak harus dilakukan
  3. Memaparkan risiko usaha
    Sebenarnya cara mencari investor yang baik adalah dengan tidak mengumbar-umbar keuntungan yang besar. Sebab, bisnis apapun ada potensi untuk mendapat rugi. Selanjutnya adalah memaparkan risiko usaha sejelas mungkin cari investor yang benar-benar siap untuk untung dan rugi. Oleh sebab itu, paparkan sejelas mungkin potensi yang bisa didapat jika investor memberikan uangnya untuk modal usaha. Yah, tujuannya jelas, agar tim manajemen dan investor bisa memberikan antisipasi dan solusi dengan adanya potensi kerugian.
  4. Mampu mendobrak pasar
    Nah, ini juga penting dilakukan oleh anda sebagai owner atau pemilik usaha. Pemilik usaha harus mampu memberikan dobrakan-dobrakan atau startegi untuk mendobrak pasar. Jika itu dilakukan, maka usaha atau bisnis yang anda jalani memiliki nilai lebih di mata konsumen. Jadi, bisnis yang sedang dijalankan tidak sama dengan bisnis sejenis orang lain. Buatlah keunikan dan perbedaan untuk menarik konsumen. Sebab perbedaan dan keunikan itu mampu mendatangkan profit yang besar. Jelaskan pada investor bahwa anda benar-benar mampu mengembangkan bisnis ini. Yah, modal usaha siap-siap saja segera dikucurkan oleh investor.
  5. Menjelaskan risk dan reward relationship
    Nah, ini hampir-hampir mirip dengan poin ketiga di atas. Jelaskan risiko! Dengan menjelaskan risiko yang mungkin muncul, maka strategi untuk mengantisipasi pun juga bisa disiapkan. Jelaskan kepada investor sedetail mungkin supaya mereka juga bisa membantu mengantisipasi potensi kerugian. Intinya, untuk mendapat modal usaha dari investor, jangan tutup-tutupi potensi kerugiannya. Jelaskan saja secara gamblang! Investor biasanya menyukai orang yang detail dan ini juga menjadi bahan pertimbangan mereka untuk memberikan modal usaha.

Nah, itulah beberapa tips yang bisa anda lakukan jika ingin mendapat modal usaha dari investor. Pahami dulu semuanya, lalu carilah investor yang tepat untuk usaha anda. Dengan begitu, investor dan anda bisa bekerja sama dengan baik agar bisnis terus berjalan dan mampu mendatangkan profit yang besar. Dan, ingat! Carilah investor yang mau sama-sama untung atau rugi. Jika maunya untung saja, tentu itu akan merugikan anda sebagai pemilik usaha. Mendapat modal usaha itu tidak terlalu rumit asalkan tahu caranya. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Cara Mendapat modal usaha dari Koperasi

Akhir-akhir ini menjadi seorang pengusaha adalah kecenderungan baru masyarakat. Mereka mulai sadar akan pentingnya membuat usaha sendiri. Terbukti dengan tumbuhnya usaha kecil menengah (UKM) yang kian hari semakin banyak. Dalam menjalankan sebuah usaha, tentunya banyak hal yang perlu diperhatikan. Selain jenis usaha, modal usaha yang cukup juga sangat menentukan maju tidaknya sebuah usaha. Nah, bagi anda yang ingin memiliki usaha dan tidak memiliki modal usaha yang cukup, koperasi memberikan kemudahan untuk anda mendapat modal usaha.

Banyak kemudahan yang diberikan oleh koperasi kepada pelanggannya untuk mendapat modal usaha. Selain itu, mendapat modal usaha di koperasi juga tidak serumit dan sesulit mendapat modal usaha dari bank. Yah, selama ini untuk mendapat modal usaha terkesan sangat sulit dan hampir tidak bisa. Padahal kenyataannya tidak begitu jika meminjam modal usaha di koperasi. Nah, untuk mengenal lebih jauh seputar koperasi, alangkah baiknya anda mengenal kelebihan-kelebihan yang ditawarkan oleh koperasi. Yah, ini berguna bagi anda yang ingin mendapat modal usaha dari koperasi. Adapun kelebihan meminjam modal usaha di koperasi adalah:

  1. Pencairan dana yang mudah
    Meminjam uang di koperasi tidaklah rumit. Selain itu pencairan dana pun sangat mudah. Berbeda dengan bank yang berbelit-belit dan membutuhkan banyak tenaga dan waktu. Tidak bisa dipungkiri, orang-orang mungkin termasuk anda ingin proses pencairan dana yang cepat dan mudah.
  2. Bunga sangat rendah
    Dengan bunga yang rendah tentunya menjadi keinginan para peminjam. Yah, intinya mereka tidak perlu terbebani dengan bunga yang besar ketika mengembalikan uang ke koperasi. Ini sungguh sangat menguntungkan dibanding di bank dengan bunga yang cukup tinggi.
  3. Proses cepat
    Yang paling orang tidak suka saat melakukan pinjaman adalah proses yang lama. Yah, ini membuat waktu mereka terbuang banyak sehingga mereka berpikir ulang untuk melakukan peminjaman. Di koperasi, proses peminjaman tidak memakan waktu lama. Yah, intinya lebih cepat dari lembaga keuangan yang lainnya.
  4. Mekanisme peminjaman yang mudah
    Banyak orang mengeluh ketika melakukan peminjaman dengan mekanisme yang rumit dan bertele-tele. Selain membuang banyak waktu, tenaga dan pikiran pun menjadi terkuras. Nah, saat meminjam uang di koperasi, hal itu dijamin tidak akan terjadi. Yah, karena mekanisme peminjaman di koperasi sangatlah mudah dan tidak memakan waktu.
  5. Persyaratan tidak rumit
    Jika melakukan peminjaman di bank, pasti banyak sekali persyaratan yang harus dipenuhi. Harus mengumpulkan berkas ini dan itu. Tentunya itu membuat orang ogah untuk melakukan peminjaman. Koperasi menwarakan persyaratan yang gampang dan bisa dipenuhi oleh seluruh lapisan masyarakat.
  6. Tidak ada jaminan
    Nah, tentunya ini yang diinginkan oleh semua orang. Tidak ada jaminan. Di koperasi, jaminan tidak diperlukan asalkan semua persyaratan sudah memenuhi aturan koperasi. Enak sekali!

Setelah anda mengetahui dan memahami kelebihan dari koperasi, tentunya anda ingin mendapat modal usaha dari koperasi, bukan? Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar koperasi benar-benar mau mengucurkan dananya untuk modal usaha. Ada 7 hal yang perlu anda lakukan agar mendapat pinjaman untuk modal usaha yang anda impikan. 7 hal tersebut antara lain:

  1. Punya contact person marketing koperasi
    Jika anda memiliki teman, tetangga, atau kerabat yang bekerja sebagai marketing koperasi tentunya sangat menguntungkan. Ini akan mempermudah anda untuk segera mendapat pinjaman modal usaha. Jika tidak memiliki teman yang bekerja sebagai marketing koperasi, carilah informasi contact marketing sampai dapat. Atau anda bisa datang langsung ke koperasi yang kredibel dan bisa dipercaya. Selain itu, carilah koperasi yang mampu melayani pelanggan dengan baik. Dengan begitu, mendapat modal usaha tinggal menunggu waktu saja.
  2. Cari informasi tentang koperasi
    Datanglah ke koperasi dan sampaikan niat anda untuk meminjam uang sebagai modal usaha. Gali informasi sedetail mungkin di customer service agar anda benar-benar paham bagaimana caranya mendapat modal usaha. Biasanya jika anda belum pernah meminjam di koperasi, koperasi akan memberikan pinjaman antara 500.000 hingga 1.000.000 rupiah. Namun jika sudah beberapa kali meminjam dan track record transaksi bagus, maka pihak koperasi akan memberikan modal usaha yang lebih besar lagi.
  3. Siapkan data yang diperlukan
    Semua lembaga keuangan yang meminjamkan uang, lebih-lebih untuk modal usaha pasti membutuhkan dokumen-dokumen yang perlu dikumpulkan. Misalnya saja kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK). Pihak koperasi akan memberikan informasi apa saja data yang diperlukan agar mendapat modal usaha.
  4. Rekomendasi dari orang
    Sebisa mungkin carilah orang, bisa teman, tetangga, atau kerabat yang pernah meminjam dana di koperasi. Tentunya dengan track record yang baik. Ini berguna sebagai rekomendasi untuk meyakinkan pihak koperasi jika anda layak untuk mendapat pinjaman modal usaha.
  5. Menjadi anggota koperasi
    Untuk lebih mempermudah mendapat pinjaman untuk modal usaha, alangkah baiknya dengan menjadi anggota koperasi. Tentunya anda tetap bisa meminjam uang tanpa menjadi anggota koperasi dengan ketentuan yang ada. maka dari itu, jadilah anggota terlebih dahulu supaya mempermudah untuk segera mendapat modal usaha.
  6. Melakukan pengajuan
    Setelah menjadi anggota, maka tahap selanjutnya adalah proses pengajuan. Ya, proses pengajuan ini tentunya dengan data-data yang telah disiapkan. Pada umumnya, prosedur pengajuan modal usaha di koperasi biasanya dilakukan secara lisan maupun tertulis.
  7. Menunggu proses dan pencairan dana
    Ini yang paling ditunggu-tunggu. Setelah pengajuan dilakukan dengan data-data yang lengkap, maka tahap berikutnya adalah menunggu persetujuan. Dan proses persetujuan ini tidak terlalu lama. Yah, tidak selama menunggu di bank.
    Jika pengajuan anda disetujui, dana pencairan biasanya diberikan secara tunai atau ditransfer ke rekening bank yang telah disepakati. Dan, ini pun tergantung dari besar kecilnya pinjaman dan mekanisme yang berlaku di koperasi tersebut.

Nah, itulah manfaat dan cara agar anda bisa mendapat modal usaha dari koperasi. Tunggu apa lagi! Jika anda sampai saat ini belum terdaftar menjadi anggota koperasi, maka daftarlah secepatnya. Yah, semakin cepat menjadi anggota semakin cepat pula anda mendapat modal usaha. Selamat mencoba!

Tips Sukses Mendapat Modal Usaha dari Bank

Untuk memulai sebuah usaha, tentunya modal menjadi hal yang mendasar agar bisnis berjalan. Modal yang sesuai dengan jenis usaha yang ingin dijalankan akan membantu dalam berkembangnya sebuah usaha. Namun, kadang dalam memulai usaha tidak selalu mulus. Ketidaktersediaan modal menjadi kendala bagi banyak orang. Perlu adanya modal usaha yang besar. Nah, salah satu cara untuk mendapatkan modal usaha adalah dengan mencari pinjaman di bank. Kenapa di bank? Yah, karena banyak hal-hal yang menguntungkan dari meminjam modal usaha di bank.

Dalam pengajuan pinjaman ke bank, anda harus mengetahu trik-trik supaya bank mau mengucurkan dananya untuk modal usaha anda. Yah, tidak bisa dengan mudah untuk mendapatkannya. Karena bank sangat ketat dalam memberlakukan aturan. Tidak sembarang orang bisa mendapatkan pinjaman modal usaha. Namun tidak usah khawatir, jika tahu strateginya pasti bisa mendapatkannya.

Nah, sebelum melakukan mengenal tips mendapatkan modal usaha di bank, alangkah baiknya untuk mengetahui kelebihan apa yang ditawarkan oleh bank. Selain itu, dengan mengenal lebih jauh kelebihan-kelebihannya, anda akan lebih memahami dan tahu langkah-langkah selanjutnya. Kelebihan meminjam modal di bank antara lain:

  1. Pinjaman yang besar
    Berapapun pinjaman yang akan diajukan, bank pasti bisa menyediakan dana sebesar apapun asalkan sesuai dengan kemampuan membayar si kreditur. Yah, jika sedang membutuhkan modal besar untuk usaha, bank pasti bisa memfasilitasi semuanya. Selain itu, mengajukan pinjaman ke bank sangatlah aman. Semuanya diatur sedemikian rupa agar kreditur merasa nyaman. Selain itu, bunga yang ditawarkan juga sangat kompetitif.
  2. Ada pinjaman tanpa riba
    Bagi orang yang anti dengan bunga atau menjerumus ke hal-hal yang riba, bank syariah bisa menjadi pilihan. Yah, bank syariah memfasilitasi kreditur dengan transaksi secara syariah sesuai dengan ajaran Islam. Ini bisa menjadikan kreditur lebih tenang tanpa khawatir dengan adanya riba. Untuk lebih jelasnya, bisa datangi langsung bank syariah terdekat dan tanyakan seputar produk bank yang ingin digunakan.
  3. Cicilan sesuai kemampuan
    Dengan melakukan peminjaman di bank, sistem dan persyaratan sangat jelas, aman, dan terpercaya. Selain itu, bank akan menghitung dana yang akan pinjam apakah sesuai dengan kemampuan kreditur untuk membayarnya. Yah, bank akan menyesuaikan pinjaman dengan keuangan kreditur. Lalu, bank dengan jelas memberikan simulasi cicilan beserta suku bunganya dan kurun waktu yang disepakati. Lebih lanjut, kreditur bisa berkonsultasi dengan bank sepuasnya sebelum benar-benar memilih produk pinjama yang pas.
  4. Banyak produk kredit
    Banyak sekali produk pinjam di bank. Yang paling terkenal diantaranya kredit multiguna (KMG), kredit tanpa agunan (KTA), atau kredit usaha rakyat (KUR). Yah, tentunya produk-produk tersebut memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Misalnya saja, KMG harus ada jaminan, KTA tanpa agunan, KUR dengan suku bunga yang rendah. Yah, intinya tergantung kreditur mau memilih yang mana sesuai dengan kapasitasnya.
  5. Adanya pembekalan usaha
    Bank juga memberikan pembekalan kepada mereka yang ingin menjalankan usaha. Bank biasanya menggelar acara-acara seperti seminar, workshop, atau pelatihan-pelatihan lainnya yang berguna untuk para kreditur. Tentunya ini sangat menarik yang ditawarkan bank.

Setelah mengetahui kelebihan-kelebihan dalam mendapatkan modal usaha di bank, tentunya anda ingin bank benar-benar memberikan pinjamannya untuk modal usaha. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan ketika hendak melakukan peminjaman modal usaha di bank. Yah, secara kasarnya harus tahu trik-trik agar pengajuan pinjaman diterima oleh bank. Ada 6 hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan, antara lain:

  1. Yakinkan pihak bank
    Sebelum bank memberikan pinjaman kepada kliennya, biasanya bank mempertimbangkan beberapa aspek atau data yang dibutuhkan agar bank benar-benar yakin kepada calon debitur. Nah, utarakanlah alasan yang bisa membantu supaya bank mau memberikan dana tersebut. Misalnya, dengan menjelaskan bahwa usaha yang anda lakukan memiliki prospek yang bagus ke depannya. Selain itu, berikanlah alasan-alasan lain yang tepat sehingga bank memberikan dananya.
  2. Lengkapi persyaratan yang dibutuhkan
    Siapkanlah dokumen-dokumen dengan lengkap. Bank biasanya akan memberikan persyaratn-persyaratn dokumen yang harus dipenuhi. Ini merupakan tahap awal bank mengenal anda. Bank akan mempertimbangkan keputusannya salah satunya melalui dokumen-dokumen tersebut. Secara umum, dokumen-dokumen tersebut adalah kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), dan lain-lain. Jika satu saja dokumen tidak terpenuhi, maka proses tidak bisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya.
  3. Siapkan agunan jika dibutuhkan
    Jika produk bank yang dipilih ada agunannya, biasanya bank akan meminta surat-surat dari barang yang diagunkan. Ini dilakukan sebagai bahan pertimbangan untuk mengcover dana yang dipinjamkan. Siapkanlah agunan yang diperlukan supaya mempermudah dalam peminjaman ke bank. Dengan begitu, bank akan lebih percaya untuk menggelontorkan dananya.
  4. Bebas pinjaman dari lembaga keuangan lain
    Ini penting. Sebelum mengajukan pinjaman ke bank. Alangkah baiknya jika anda tidak memiliki hutang kepada badan keuangan lainnya. Jika pun ada, segeralah lunasi agar bisa meminjam lagi. Jika masih ada hutang ke badan keuangan lain, kemungkinan besar pengajuan pinjaman anda akan ditolak. Seandainya mengelak pun tidak memiliki hutang (padahal punya hutang), bank akan tahu dan mengecek di BI checking.
  5. Tidak nervous dan tetap percaya diri
    Ketika bertemu pihak bank atau melakukan wawancara, usahakan tetap rileks dan santai. Ini akan berpengaruh terhadap penilaian bank apakah layak atau tidak untuk diberikan pinjaman modal usaha. Jika tegang saat menjawab pertanyaan, bisa-bisa jawaban yang diberikan malah tidak meyakinkan. Jawaban yang meyakinkan juga menjadi pertimbangan bank untuk menentukan keputusan. Maka dari itu, aturlah diri supaya tetap santai dan nyaman. Anggap saja sedang mengobrol biasa sehingga tidak terkesan terlalu kaku. Dengan begitu, bank akan percaya dan bisa memberikan pinjamannya.
  6. Melakukan pendekatan secara personal kepada pihak bank
    Nah, ini merupakan cara untuk lebih mengenal dekat dengan pihak bank. Mintalah nomor teleponnya agar lebih mudah berkomunikasi. Dengan terjalinnya komunikasi yang baik maka pihak bank akan mempercayai dan membuat bank yakin untuk memberikan pinjaman dana. Berkonsultasilah dan yakinkan diri anda agar pihak bank mau mengucurkan dananya untuk usaha anda.

Menggunakan Tabungan atau Modal Sendiri

Menjadi seorang pengusaha saat ini menjadi impian orang banyak. Yah, dengan memiliki usaha sendiri anda bisa berkreasi dan menentukan nasib anda sendiri. Namun, terkadang banyak orang terkendala dalam masalah finansial ketika ingin memulai sebuah usaha. Yah, modal usaha yang cukup tentunya. Memulai usaha memang membutuhkan modal yang banyak. Namun, modal usaha itu bisa datang dari mana saja. Yah, misalnya anda bisa merogoh kocek pribadi untuk mendapatkan modal usaha.

Mendapatkan modal usaha dari kantong pribadi tidaklah susah-susah amat. Asalkan tahu bagaimana mengaturnya, pasti modal usaha bisa didapatkan. Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan saat ingin mendapatkan modal usaha dari kocek pribadi. Cara ini tentunya bisa dilakukan dengan mudah oleh siapa saja yang mau mendapat modal usaha dari kantong pribadinya sendiri. Berikut ini 4 hal untuk mendapatkan modal usaha dari kantong pribadi, diantaranya:

  1. Menyisihkan uang untuk ditabung dari penghasilan bulanan
    Salah satu sumber paling mudah untuk mendapatkan modal usaha adalah berasal dari uang pribadi. Selain itu, modal usaha dari uang pribadi memiliki risiko yang minim. Artinya, jika usaha belum mampu berjalan sesuai harapan, maka anda tidak akan mengalami kerugian yang lebih besar. Berbeda jika anda meminjam modal usaha ke bank. Itu memiliki risiko yang lebih tinggi karena harus membayar cicilan setiap bulannya. Tentunya ini akan membuat anda semakin kebingungan untuk mengembangkan usaha.
    Sebenarnya, mencari modal usaha dari kantong pribadi tidaklah sulit. Hanya memerlukan manajemen yang baik dalam mengaturnya. Anda harus bisa membuat pot-pot mana untuk modal usaha, biaya operasional hidup selama sebulan, investasi, dan lain sebagainya. Untuk itu, buatlah daftar-daftar pengeluaran yang biasa anda lakukan setiap bulannya.
    Baiklah, kita ambil contoh dari hitung-hitungan di bawah ini. Ini adalah ilustrasi yang bisa anda lakukan untuk mendapat modal usaha dari kantong pribadi anda.
    • Misalnya, anda memiliki gaji sebesar 4.000.000 rupiah. Dan modal usaha yang anda butuhkan adalah 10.000.000 rupiah
    • Maka yang perlu anda lakukan adalah menyisihkannya setiap bulan. Anggap saja 1.000.000/bulan.
    • Maka modal usaha akan anda dapatkan dalam kurun waktu 10 bulan saja
    Memang sedikit lama untuk mengumpulkan modal usaha melalui kantong pribadi. Kecuali anda memiliki dana yang cukup. Kapan pun bisa anda keluarkan. Namun, saat nanti usah sudah berjalan dan anda mampu menikmati hasilnya. Itu akan terasa lebih nikmat, bukan? Yah, selama 10 bulan itu anda harus bersusah-susah terlebih dahulu. Hidup hemat dan sederhana. Setelah masa itu terlewati, anda akan lebih bahagia karena mampu mendapatkan modal usaha dari kocek sendiri.
  2. Jual aset berharga yang tidak diperlukan atau jarang dipakai
    Untuk menjalankan usaha yang telah impikan dan dirancang sedemikian rupa, pengorbanan selalu menjadi bumbu di dalamnya. Yah, ketika modal pas-pasan dan anda tidak mau terlibat dengan pinjam meminjam kepada lembaga keuangan, salah satunya dengan menjual aset berharga yang tidak anda perlukan lagi. Misalnya, anda memiliki baju banyak namun tidak terpakai, itu bisa anda jual untuk mendapatkan modal usaha. Yah, semua barang-barang yang masih layak pakai dan layak jual. Motor, televisi, mesin cuci, kamera, handphone, laptop, helm, tas, atau apa pun yang kira-kira bisa menghasilkan uang.
    Nah, carilah barang yang benar-benar tidak lagi atau jarang dipakai. Selain itu, pastikan harganya masih memiliki nilai jual yang tinggi. Tawarkan barang-barang anda kepada teman, sahabat, kerabat, atau di pasar online. Seperti diketahui, banyak sekali pasar online yang bisa kita jajakan dagangan baik itu barang baru atau bekas. Dan, semuanya gratis.
  3. Jika masih belum rela menjual barang berharga, maka gadaikan saja dulu
    Menjual barang yang sekian lama kita miliki rasanya memang berat sekali. Apalagi jika membelinya dengan susah payah. Nyesek rasanya. Mencari modal usaha dari kantong pribadi memang memerlukan pengorbanan yang besar. Lebih-lebih jika harus menjual barang-barang kesayangan pribadi. Nah, jika anda masih merasa sayang untuk menjualnya, sebaiknya anda gadaikan saja terlebih dahulu untuk mendapatkan modal usaha. Anda bisa pergi ke pegadaian untuk menyimpan sementara di lembaga-lembaga pegadaian terdekat. Tentunya lembaga pegadaian yang memiliki kredibelitas, aman, dan bisa dipercaya.
    Jika anda sudah menemukan lembaga pegadaian yang tepat dan sudah merasa yakin, sebaiknya segeralah untuk menggadaikan jika memang anda butuh modal usaha yang cepat. Selain prosesnya cepat, menggadaikan barang di lembaga pegadaian juga memiliki bunga yang relatif rendah. Selain itu, anda bisa mengatur cashflow sendiri untuk menebus barang yang digadaikan. Jika sewaktu-waktu belum bisa membayar, anda juga bisa memperpanjang masa bayarnya. Yah, cukup membantu anda.
    Agar proses pencairan dana berlangsung cepat, lengkapilah data-data yang diperlukan seperti surat dan bukti pembelian barang barang yang akan digadaikan. Dengan begitu, anda akan mendapat modal usaha dengan cepat sehingga usaha anda bisa berjalan dan berkembang tentunya. Yah, tidak harus menjual barang, digadaikan pun bisa. Selain barang anda masih ada, modal usaha pun anda dapatkan.
  4. Berinvestasi
    Nah, cara untuk mendapatkan modal usaha dari kantong pribadi selanjutnya adalah dengan cara berinvestasi. Investasi rasa-rasanya menjadi hal yang wajib untuk dilakukan. Tentukan jangka waktu investasi yang ingin anda lakukan. Misalnya, dalam dua tahun ke depan, anda ingin mendapatkan hasil dari uang yang diinvestasikan untuk modal usaha.
    Berinvestasi memang gampang-gampang susah. Karena tidak tahu caranya, banyak investor pemula malah terjerumus dan uang pun lenyap. Tapi tidak perlu khawatir! Selama bisa menginvestasikan dengan benar maka kesuksesan akan datang sendiri. Banyak cara investasi yang bisa dilakukan seperti investasi pada emas, saham, reksadana, properti, atau yang lainnya. Berikut ini adalah tips singkat untuk investasi:
    Tentukanlah investasi apa yang ingin anda lakukan. Kemudian perhitungkan risikonya. Jika lebih dominan menguntungkan untuk modal usaha anda natinya, maka lakukan saja. Pastikan keuntungan bisa mencukupi modal usaha yang anda perlukan di masa yang akan datang. Dengan begitu, modal usaha bisa anda dapatkan dari hasil investasi ini.
    Sekali lagi, pastikan dana yang anda investasikan benar-benar menguntungkan. Jika menguntungkan, maka dalam dua tahun ke depan (sesuai jangka waktu yang diinginkan) anda bisa mendapatkan modal usaha.

Itulah beberapa tips mendapatkan modal usaha dari kantong pribadi. Yang perlu anda lakukan adalah mempelajari dan mempraktikannya. Selamat mencoba dan semoga berhasil!