Cara Menanam Pohon Jenitri

Pernah mendengar pohon jenitri? Ya, mungkin bagi kebanyakan orang jenis pohon ini masih asing di telinga mereka. Namun siapa sangka jika buah pohon ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Yah, ini tejadi karena belum banyak orang yang membudidayakannya sehingga harganya masih tinggi. Selain itu, permintaan pasar pun kian meningkat. Buah yang sering dipakai acara keagamaan umat Hindu ini seringkali diekspor ke negara macam India, Pakistan, Nepal, atau yang lainnya.

Sekali lagi, berbisnis biji jenitri memiliki peluang yang besar. Seperti diketahui tadi pembudidaya tanaman ini masih sangat minim. Pastinya prospek usaha ini sangat potensial. Selain itu, budidaya tanaman ini juga mudah dan tidak perlu perawatan khusus. Mungkin yang perlu dilakukan perawatan lebih adalah ketika pohonnya masih kecil. Selebihnya hanya tinggal menunggu masa panen. Mudah, bukan?

Nah, bagi anda yang berminat untuk membudidayakan tanaman ini, ada baiknya untuk mengetahui cara menanam pohon jenitri yang baik. Yah, demi hasil yang baik pula. lalu bagaimana caranya agar bisa menanam dengan hasil yang fantastis? Langsung saja kita bahas cara menanam pohon Jenitri secara gamblang dan tuntas. Ada 4 langkah menanam pohon jenitri sampai pada proses panen, antara lain:

Menyiapkan Bibit Pohon Jenitri

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyiapkan bibit pohon jenitri. Inilah yang akan menjadi cikal bakal buah yang akan dipanen nanti. Tentunya menyiapkan bibit ini harus dengan cara terbaik agar membuahkan hasil yang banyak. Nah, sebaiknya bibit pohon jenitri berasal dari hasil cangkok alias okulasi. Bibit yang berasal dari cangkokan lebih cepat berbuah dibanding dengan bibit yang berasal dari biji. Namun juga tidak masalah jika harus menanam pohon dari biji. Yah, cara hasil cangkok lebih

Nah, di sini akan dibahas cara membuat bibit dari hasil cangkokan dan membuat bibit dari biji. Di bawah ini cara mencangkok tanaman yang benar.

  1. Yang harus diperhatikan saat mencangkok
  2. Memilih bagian ranting yang sudah tua. Sebab ranting yang sudah tua memiliki potensi tumbuh akar yanglebih baik dibandingkan ranting yang lebih muda.
  3. Memilih bagian ranting yang pernah berbuah. Ini dimaksudkan agar tanaman cepat berbuah nantinya. Jika memilih demikian, bisa dipastikan akan lebih cepat berbuah dibandingkan dengan ranting yang belum pernah berbuah.
  4. Lapisan kambium batang harus bersih. Lapisan ini adalah lapisan awal pembentukan kulit batang. Biasanya ada lapisan lendir yang licin. Maka dari itu harus dibersihkan. Jika tidak, batang yang dicangkok akan tertutup kemabli.
  5. Media penumbuh akar yang baik. Pilihlah tanah yang subur (mengandung humus) atau dicampur dengan pupuk kandang.
  6. Penyiraman berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar pada batang yang dicangkok.
  7. Cara mencangkok pohon jenitri
  8. Siapkan pembungkus dan tanah/media yang subur. Pembungkus bisa menggunakan plastik yang dilubangi. Kemudian diisi dengan pupuk kandang dan tanah yang dibasahi.
  9. Kupas batang atau ranting pohon. Kupas kulit sekitar 10-15 cm hingga bersih. Gunakanlah pisau yang bersih pula agar terhindar dari bakteri.
  10. Bersihkan lapisan kambium. Bersihkan hingga lendirnya tidak ada.
  11. Tempelkan tanah pada batang yang dicangkok.
  12. Bungkus dengan rapi. Agar tanah tidak copot, bungkus dengan plastik yang dilubangi. Bisa juga menggunakan sabut kelapa sebagai penutup. Lalu ikat kedua sisinya.
  13. Siram secara berkala. Anda bisa menyiram seminggu sekali akar yang tumbuh akan terlihat setelah 3-6 minggu.
  14. Cara menanam dari biji

Nah, jika di atas melakukan pembibitan dengan cara mencangkok, maka selanjutnya adalah bibit dari biji. Adapun langkah-langkahnya adalah:

  1. Pilihlah biji yang sudah tua kemudian rendamlah.
  2. Siapkan polybag yang sudah diiisi dengan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbanding 1:1
  3. Benamkan biji jenitri pada polybag yang telah disiapkan.
  4. Siramlah sehari sekali. Dalam beberapa hari biji jenitri akan tumbuh.
  5. Biarkan biji yang tumbuh hingga 30-5- cm sebelum dipindahkan ke lahan budidaya.

Penanaman Bibit Pohon Jenitri

  1. Siapkan lubang tanam pada lahan budidaya pohon jenitri dengan jarak 4-6 meter. Buatlah lubang berukurkan besar dengan ukuran 30-50 cm dan kedalaman 50cm.
  2. Isi lubang tersebut dengan campuran pupuk kandang dan tanah humus dengan perbandingan 1:1
  3. Setelah semua siap, tanamlah bibit buah jenitri. Sebaiknya lakukanlah penanaman pada sore hari agar bibit jenitri tidak layu atau stress. Lalu siramlah dengan air yang cukup.
  4. Berilah pelindung dari batang bambu atau kayu agar bibit terhindar dari gangguan.

Perawatan Pohon Jenitri

Nah, untuk langkah selanjutnya adalah melakukan perawatan pohon jentri.lakukanlah perawatan secara intensif pada bibit yang telah ditanam seperti menyiram setiap hari, penggemburan tanah,  penyiangan gulma, pengendalian hama, dan pemupukan dengan pupuk organik atau anorganik. Perawatan instensif biasanya dilakukan pada awal-awal pertumbuhan pohon, yaitu saat pohon masih kecil. Selebihnya, anda bisa melakukan perawatan  sebelum dan sesudah panen. Yah, ibaratnya bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian.

Pemanenan Jenitri

Nah, ini adalah tahap yang ditunggu-tunggu alias memanen. Pohon jenitri yang tumbuh baik biasanya akan bisa dipanen saat berumur 3-5 tahun. Buah yang siap dipanen adalah buah yang telah matang, berwarna hitam seperti buah anggur. Pemanenan dapat dilakuakan dengan cara menggunakan tangga atau steger dari bambu. Petiklah buah jenitri dengan hati-hati dan hanya pilih yang sudah matang saja. Yang masih berwarna hijau biarkan saja hingga matang untuk mendapatkan kualitas buah jenitri yang bagus dan bernilai jual tinggi.

 

Itulah beberapa cara menanam pohon jenitri yang bisa anda lakukan.  Cara-cara di atas bisa anda jadikan sebagai rujukan untuk membudidayakan pohon jenitri. Selain itu, anda juga bisa belajar dari sumber lain seperti dari buku, video tutorial, atau bahkan konsultasi dengan petaninya langsung. Semakin banyak sumber yang anda peroleh maka semakin sempurna ilmu anda dalam membudidayakan pohon jenitri ini. Sekali lagi, budidaya pohon jenitri masih sangat langka. Jadikan ini sebagai peluang bisnis anda untuk memenuhi kebutuhan pasar. Selamat mencoba dan semoga sukses selalu.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *