6 Negara Yang Mengimport Jenitri

Tahukah anda jika jenitri sudah masuk pasar eksport dan import? Memang buah yang satu ini sudah merambah pasar internasional. Sebab berbagai macam kebutuhan jenitri baik bijinya maupun kerajinannya membuat suatu negara merasa perlu untuk mengimport jenitri demi memenuhi kebutuhan dalam negerinya.

Kebutuhan suatu negara akan jenitri yang semakin meningkat, membuat aktivitas eksport dan import pun semakin menggeliat. Memang tidak dipungkiri kebutuhan akan jenitri sangat dirasa penting bagi negara tertentu. Yah, misalnya saja untuk kebutuhan ibadah, fashion, dan sebagainya. Hal ini membuat beberapa negara mengimport jenitri dari negara lainnya.

Salah satu alasan suatu negara melakukan import adalah untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya. Misalnya saja untuk dibuat kerajinan (bijinya), melakukan ibadah (tasbih, mala, rosarion, dan lain-lain), atau sekadar trend fashion yang sedang booming seperti gelang dan kalung dari biji jenitri.

Lalu negara mana saja yang mengimport buah jenitri atau kerajinan dari biji jenitri? Di bawah ini ada beberapa negara yang mengimport jenitri, khususnya mengimport dari Indonesia sebagai negara terbesar penghasil jenitri di dunia. Selain harga yang kompetitif, kualitas jenitri dari Indonesia merupakan kualitas nomor satu. Sudah bisa menebak negara mana saja yang mengimport jenitri? Jika belum, berikut penjelasan mengenai negara-negara yang mengimport jenitri di dunia:

India

India merupakan negara dengan penganut agama Hindu terbesar di dunia. Tidak heran jika kebutuhan jenitri dari India sangatlah besar. Seperti diketahui, dalam agama Hindu, buah jenitri sangat disucikan karena dipercaya berasal dari air mata Dewa Siwa. Di India sendiri jenitri disebut rudraksa di mana rudra berarti Siwa, dan aksa berarti mata. Sehingga arti keseluruhannya berarti mata Siwa, yang sejalan dengan mitologinya bahwa di suatu saat air mata Siwa menitik, kemudian tumbuh menjadi pohon rudraksa menyebar di Negeri Bharatawarsa dan sekitarnya

Biasanya India mengimport jenitri baik dari bijinya hingga kerajinannya. Untuk kebutuhan ibadah umat Hindu, mala (tasbih Hindu) biasanya menjadi komoditas yang paling sering didatangkan. Sementara untuk kebutuhan lainnya adalah berbagai jenis aksesoris yang unik dan menarik seperti gelang dan kalung.

Sebagai penganut agama Hindu terbesar di dunia, tentu saja tingkat import jenitri ke India merupakan yang paling besar di antara negara-negara lainnya. Hal tersebut berbanding lurus dengan jumlah penduduk yang ada di India saat ini yang merupakan negara terpadat kedua setelah Republik Rakyat China. Dan Indonesia merupakan negara pemasok terbesar jenitri ke India mengingat melimpahnya buah jenitri yang ada di bumi nusantara. Sekali lagi, India merupakan negara terbesar yang mengimport jenitri untuk berbagai kebutuhannya.

Nepal

Tidak jauh beda dengan India, Nepal juga merupakan negara dengan penganut agama Hindu yang cukup besar. Yah, negara ini berada pada nomor dua yang mengimport buah jenitri baik itu bijinya saja ataupun kerajinannya. Jenitri untuk ritual-ritual keagamaan menjadi yang paling banyak diimport. Seperti diketahui dalam agama Hindu buah jenitri banyak dipakai untuk ritual keagamaan.

Sebenarnya Nepal juga memiliki sumber daya alam untuk buah jenitri. Namun sumber daya alam tersebut hanya sekitar 20% sehingga mereka merasa perlu untuk mengimport buah jenitri dari negara lain. Ini tidak lain untuk memenuhi kebutuhan mereka baik dalam acara keagamaan atau sebagai trend fashion yang sedang marak dengan buah jenitri.

China

Negara berikutnya yang mengimport buah jenitri adalah China. Negara dengan penduduk terapadat di dunia ini banyak mengimport jenitri dari Indonesia. Biasanya mereka mngimport kerajinan-kerajinan hasil kreasi pengrajin jenitri di Indonesia. Sebagai contoh topi mahkota Buddha. Kerajinan jenis ini sangat diminati di China karena bentuknya yang unik menyerupai mahkota yang dipakai oleh Sidharta Gautama.

Selain topi mahkota Buddha, mereka juga mengimport mala Buddha untuk keperluan ibadah mengingat negara ini memiliki jumlah penduduk Buddha yang sangat besar. Lebih dari itu, China juga mengimport aneka aksesoris seperti kalung, gelang, bola pijatan, dan lain sebagainya.

Hong Kong

Hong Kong yang merupakan salah satu negara yang memiliki trend fashion cukup modern di Asia juga mengimport kerajinan-kerajinan jenitri. Misalnya saja kalung dan gelang jenitri. Mereka menjadikan kalung dan gelang sebagai trend fashion yang sedang kekinian. Mereka juga percaya bahwa menggunakan aksesoris dari biji jenitri bisa mencegah dari penyakit dan bagus untuk kesehatan.

Selain kalung dan gelang jenitri, Hong Kong juga banyak mengimport kerajinan lainnya seperti bola pijatan, gantungan kunci, hingga boneka-boneka unik yang disusun dari biji jenitri. Bisa dilihat dari penduduk Hong Kong yang fashinable, memakai aksesoris dari biji jenitri bisa terlihat lebih trendi dan kekinian. Yah, mereka benar-benar memperhatikan fashion sekecil apapun.

Italia

Italia ternyata juga mengimport jenitri. Kebanyakan mengimport jenitri untuk sarana ibadah, berbeda halnya dengan negara Eropa yang satu ini. Mereka hanya mengimport kerajinan-kerajinannya saja. Yah, bisa dibilang hanya aksesoris saja. Kalung, gelang, bantalan jok mobil, boneka, tirai, hingga gantungan kunci mereka import. Yah, seperti diketahui orang-orang Eropa memang menyukai hal-hal unik dan alami. Hal inilah yang membuat kerajinan dari biji jenitri begitu diburu di sana.

Selain bentuk-bentuk yang unik, mereka juga menyukai keanekaragaman kerajinan yang dibuat oleh pengrajin. Hal ini karena tidak ditemukan barang semacam itu di negara tersebut. Yah, bisa dipastikan kerajinan jenitri adalah sesuatu yang sangat dicari di sana.

Australia

Sebagai negara tetangga Indonesia, tentunya Ausrtalia tahu jenitri yang berasal dari Indonesia. Mereka juga mengakui akan kualitas dari jenitri Indonesia. Oleh sebab itu, mengimport jenitri dari Indonesia adalah pilihan yang tepat. Mengingat kebutuhan jenitri yang semakin meningkat.

Sama seperti Italia, Australia mengimport kerajinan-kerajinan jenitri. Ini tidak lain untuk menunjang kebutuhan fashion dan untuk memenuhi kebutuhan barang sehari-hari. Untuk aksesoris seperti kalung, gelang, gantungan kunci, dan sebagainya. Sementara untuk kebutuhan lainnya seperti keranjang, bola pijatan, bantalan jok mobil, dan sebaginya. Hal ini membuat kebutuhan jenitri cukup besar di negara tersebut.

Itulah 6 negara yang mengimport jenitri dari negara lainnya. Selain untuk kebutuhan ibadah, kebutuhan fashion menjadi alasan lainnya. Yah, kebutuhan akan jenitri akan terus meningkat seiring dengan perkembangannya yang sangat pesat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *