4 Negara Yang Mengekspor Jenitri

Jenitri atau ganitri atau nama latinnya Elaeocarpus Ganitrus memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Bahkan bijinya yang digelari “Air Mata Dewa Siwa” atau dikenal dengan nama rudraksha, memiliki harga yang lebih mahal dari berlian. Tidak heran jika jenitri semakin luas pasarnya dari waktu ke waktu.

Saat ini kebutuhan jenitri memang terus meningkat. Kondisi tersebut menjadikan beberapa negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, tentunya jenitri, terus kebanjiran pesanan dari negara lainnya. Dari sisi ekonomi, memang kehadiran jenitri memberikan peluang usaha baru yang layak digeluti.

Biasanya negara yang mengekspor jenitri adalah negara yang memiliki sumber jenitri yang melimpah. Artinya kebutuhan jenitri dalam negeri tersebut telah terpenuhi sehingga merasa perlu untuk mengekspor ke negara yang memang menjadikan jenitri sebagai kebutuhan. Hal ini membuat peluang ekspor semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Tentu saja seiring dengan meningkatnya ekspor jenitri, ada alasan tersendiri mengapa jenitri sangat dibutuhkan. Selain untuk ritual keagamaan dan sebagai aksesoris, jenitri memiliki segudang manfaat antara lain sebagai penghancur lemak, penyerap polutan, sebagai obat anti bakteri, sebagai penenang otak, dan terapi psikosomatis.

Lalu negara mana saja yang menjadi raksasa ekspor jenitri di dunia? Tentu saja ada beberapa negara yang melakukan aktivitas ekspor ke beberapa negara lainnya. Nah, di sini akan dibahas 3 negara yang mengekspor jenitri ke berbagai negara di dunia. 3 negara yang mengekspor jenitri tersebut antara lain:

Indonesia

Negara pertama yang mengekspor jenitri adalah Indonesia. Indonesia merupakan negara terbesar yang mengekspor jenitri ke berbagai negara di dunia. Hal ini tidak lain karena Indonesia memiliki 70 persen jumlah ekspor dibandingkan negara yang lainnya. Jumlah ini berupa butiran biji yang dipasok ke berbagai negara, dan belum termasuk kerajinannya. Di Indonesia sendiri, pohon jenitri banyak ditemukan di  Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Timor.

Tahukah anda jika jenitri Indonesia ternyata memiliki segudang manfaat. Ini terbukti melalui penelitian Institut Teknologi India. Jenitri memiliki nilai spesifik gravitasi sebesar 1,2 dengan Ph 4,48. Saat digunakan untuk berdoa, misalnya, jenitri memiliki daya elektromagnetik sebesar 10.000 gauss pada keseimbangan Faraday, hasil konduksi elektron dengan alkalin. Oleh sebab itulah jenitri Indonesia dipercaya mampu mengontrol tekanan darah, stres, serta berbagai penyakit mental bagi yang memiliki dan memakai jenitri Indonesia.

Selain biji-biji jenitri yang diekspor ke berbagai negara, Indonesia juga memasok kerajinan-kerajinan jenitri seperti kalung, gelang, boneka, gantungan kunci, keranjang, bantalan jok mobil, bola pijatan, topi mahkota Buddha, tasbih, lampu hias, dan lain sebagainya. Kerajinan-kerajinan tersebut sangat diburu oleh masyarakat luar karena bentuk dan manfaatnya yang banyak.

Pasokan biji jenitri yang melimpah di Indonesia membuat berbagai negara melirik untuk mengimportnya. Selain harga yang sangat kompetitif, jenitri Indonesia juga dinilai sebagai jenitri terbaik. Memang tidak dipungkiri seiring dengan permintaan pasar yang meningkat, pengusaha jenitri di Indonesia juga semakin bertambah. Terutama di daerah Jawa Tengah yang semakin pesat pertumbuhannya.

Nepal

Negara berikutnya yang mengekspor jenitri adalah Nepal. Saat ini Nepal memiliki 20 persen pasokan jenitri di dunia. Negara yang terkenal dengan Gunung Everest ini juga banyak membudidayakan jenitri untuk diekspor meski tidak sebesar Indonesia. Sebab Nepal menggunakan jenitri untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya. Seperti diketahui, negara ini merupakan negara mayoritas beragama Hindu yang sangat membutuhkan biji jenitri untuk kebutuhan ritual keagamaan dan lainnya.

Selain mengekspor biji jenitri, Nepal juga mengekspor aneka ragam kerajinan khas negara tersebut. Yah, kerajinan ini dijadikan sebagai aksesoris atau terkadang dijadikan sebagai buah tangan. Nepal memang menjadi salah satu negara dengan ekspor komoditas jenitrinya. Dari waktu ke waktu terus meningkat seiring dengan perkembangan jenitri yang sangat pesat di seluruh dunia.

India

Buah jenitri sendiri sebenarnya berasal dari India, namun India hanya memiliki sekitar 5 persen saja pasokan jenitri. Padahal India merupakan negara dengan konsumsi biji jenitri tertinggi di dunia. Namun demikian, mereka tetap mengekspor jenitri ke sejumlah negara. Selain mengekspor jenitri ke luar negeri, India juga mengimpor jenitri dari negara lainnya. Yah, bisa dikatakan balance. Memenuhi kebutuhan luar negeri dan juga memenuhi kebutuhan dalam negerinya.

Di India sendiri jenitri disebut rudrakhsa. Rudraksha adalah buah kesayangan Siwa dan dianggap tinggi kesuciannya. Oleh karena itu rudraksa dipercaya dapat membersihkan dosa dengan melihatnya, bersentuhan, maupun dengan memakainya sebagai sarana japa (Siva Purana). Sebagai sarana japa atau dapat dipakai oleh seluruh lapisan umat atau oleh ke-empat warna umat, maupun oleh pria atau wanita tua ataupun muda.

Biji jenitri dari India juga banyak dicari konsumen karena di sinilah asal muasal dari pohon jenitri. Selain itu, biji jenitri India memiliki banyak motif yang unik yang membuat harganya pun semakin mahal. Kemudian biji jenitri yang keras dan tahan lama juga sangat dicari oleh kebanyakan konsumen. Sehingga tidak heran India bisa mengekspor jenitri meskipun juga masih mengimpor untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya.

Myanmar

Terakhir, negara terakhir yang mengekspor jenitri adalah Myanmar. Seperti diketahui, pohon jenitri tumbuh sumbur di kawasan Asia Tenggra dan Asia Selatan. Sebagai negara Asia Tenggara, Myanmar memang menjadi salah satu negara di mana tumbuh pohon jenitri. Negara yang mayoritas penduduknya beragama Buddha ini juga melakukan aktivitas ekspor jenitri ke berbagai negara. Meskipun tidak sebanyak negara lainnya, Myanmar mampu mengekspor jenitri dengan kualitas yang baik.

Myanmar mampu mengekspor jenitri ke beberapa negara Asia Timur seperti Jepang, Tiongkok, dan Taiwan. Bahkan ada juga yang diekspor ke negara tetangga Thailand. Selain memenuhi kebutuhan dalam negerinya, lebih dari cukup bagi Myanmar untuk mengekspornya ke luar negeri sehingga negara ini termasuk ke dalam negara yang mengekspor jenitri.

Itulah 4 negara yang mengekspor jenitri ke berbagai negara lainnya. Setiap negara memiliki target pasar dan pasokan masing-masing. Selain itu, kualitasnya juga tidak perlu diragukan lagi. Sebab setiap biji jenitri memiliki kelebihan masing-masing.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *